radiovisfm.com – Sebanyak 15 kapal dan 1 unit helikopter diturunkan untuk melakukan SAR pencarian korban KMP Tunu Pratama Jaya yang tenggelam di perairan Selat Bali, guna memastikan koordinat lokasi dari kapal tersebut.
Tim SAR gabungan dari Basarnas, TNI, Polri, KPLP dan KSOP serta ASDP terus bergerak melakukan pencarian korban selamat maupun korban meninggal dunia dari penumpang KMP Tunu Pratama Jaya, dengan menggunakan 15 kapal SAR.
Termasuk, Basarnas Jawa Timur menurunkan KM SAR Permadi dari Surabaya dan KM SAR dari Denpasar Bali. Seluruh armada fokus pencarian di perairan Selat Bali. Kepala Kantor SAR Surabaya, Nanang Sigit mengatakan, pihaknya juga menggerakkan 1 unit helikopter melakukan pencarian di kawasan Selat Bali dari udara.
“Dengan pengoperasian helikopter ini diharapkan bisa terlihat jelas keberadaan KMP Tunu Pratama Jaya dikedalaman berapa meter. Namun tentunya dengan menggunakan helikopter ini bisa memperluas area pencarian apabila masih belum ditemukan titik lokasi kapal,” ujar Nanang.
Nanang menjelaskan, berdasarkan manifest yang ada, hingga saat ini telah ditemukan 31 korban selamat dan 5 korban meninggal dunia dari penumpang KMP Tunu Pratama Jaya.
Dari pengakuan korban selamat, mereka berhasil sampai ke pinggir pantai dengan menggunakan skoci serta puluhan korban lainnya menggunakan life jaket. Seluruhnya terdampar di pesisir Pantai Cekik, Gilimanuk Bali.
“Seluruh korban selamat sudah berhasil di evakuasi di kantor ASDP Gilimanuk Bali. Sedangkan korban meninggal dunia masih berada di rumah sakit Jembrana, Bali,” tutur Nanang.
Kapal KMP Tunu Pratama Jaya berangkat dari Pelabuhan Ketapang Banyuwangi menuju ke Pelabuhan Gilimanuk Bali dengan membawa 53 orang penumpang serta 12 kru kapal dan 22 unit kendaraan bermotor pada Rabu malam (02/07/2025) sekira pukul 23.16 WIB.
Saat itu, terdengar informasi di channel 17 untuk KMP. Tunu Pratama Jaya meminta tolong dan mengalami kebocoran mesin kapal. Selanjutnya pukul 23.19 WIB, KMP. Tunu Pratama Jaya mengalami Black Out.

Leave a Reply