radiovisfm.com – Dinas Pemadam Kebakaran dan Penyelamatan (Damkarmat) Banyuwangi menerima laporan kebakaran palsu yang dilakukan oleh pihak tak bertanggung jawab.
Beruntung, petugas tidak langsung diberangkatkan setelah menemukan sejumlah kejanggalan dalam proses verifikasi.
Peristiwa itu terjadi pada Senin (13/4/2026) sore. Laporan masuk melalui WhatsApp dengan informasi adanya kebakaran di wilayah Kalipuro.
Namun, saat dilakukan pendalaman, pelapor memberikan keterangan yang tidak konsisten dan terkesan membingungkan.
Humas Damkarmat Banyuwangi, Kadhafi mengatakan, pihaknya langsung melakukan verifikasi untuk memastikan kebenaran informasi sebelum mengambil langkah lebih lanjut.
“Sejak awal kami sudah curiga karena informasi yang disampaikan pelapor tidak jelas dan berubah-ubah. Kami minta share lokasi langsung serta dokumentasi kejadian,” ujarnya, Selasa (14/4/2026).
Dalam proses verifikasi, petugas menemukan bahwa titik lokasi yang dikirim bukan berasal dari fitur live location WhatsApp, melainkan diduga hanya hasil salinan dari peta digital. Selain itu, pelapor sempat mengirimkan foto yang diklaim sebagai kejadian kebakaran.
Namun setelah ditelusuri lebih lanjut, foto tersebut ternyata merupakan dokumentasi lama kebakaran yang terjadi di wilayah Purwodadi pada tahun 2025. Hal ini memperkuat dugaan bahwa laporan tersebut merupakan hoaks.
“Setelah kami cek, foto itu bukan kejadian saat ini, tapi dokumentasi lama. Dari situ kami pastikan laporan tersebut tidak benar,” tegas Kadhafi.
Pihak damkar juga mencoba mengecek nomor telpon pelapor di getcontact. Ternyata tertulis “pinjol ilegal”.
“Mungkin yang bersangkutan mau tipu kami pakai modus kejadian kebakaran palsu untuk tagih hutang,” ujarnya.
Ia menambahkan, kasus laporan palsu seperti ini bukan kali pertama terjadi. Pada tahun sebelumnya, Damkarmat Banyuwangi juga sempat menerima dua laporan palsu terkait evakuasi ular di rumah warga.
Petugas damkar kala itu sudah berangkat ke lokasi. Namun setibanya di tujuan, ternyata hanya kena prank.
Belajar dari pengalaman tersebut, Damkarmat kini menerapkan prosedur verifikasi lebih ketat sebelum menerjunkan personel ke lapangan. Di antaranya dengan meminta pelapor mengirimkan live location secara langsung serta bukti visual berupa foto atau video real time.
“Langkah ini agar petugas tidak salah bergerak, karena setiap laporan yang masuk menyangkut kesiapan personel dan peralatan,” jelasnya.
Kadhafi mengimbau masyarakat untuk tidak menyalahgunakan layanan darurat. Laporan palsu dapat menghambat penanganan kejadian yang sebenarnya membutuhkan pertolongan cepat.
“Kalau petugas sampai bergerak untuk laporan palsu, bisa saja di saat yang sama ada kejadian nyata yang justru terabaikan,” tutur dia.
