radiovisfm.com – Di hari keempat operasi SAR, tim Gabungan kembali berhasil menemukan satu dari 4 korban kecelakaan kapal nelayan yang terbalik di perairan Pantai Grajagan, Kecamatan Purwoharjo, Banyuwangi, meski gelombang cukup tinggi disertai angin kencang.
Dengan ditemukannya satu korban ini, total seluruh korban sudah ditemukan dalam kondisi meninggal dunia.
Seluruh unsur SAR yang terlibat pencarian dibagi menjadi dua Search and Rescue Unit (SRU), yaitu SRU 1 melakukan penyisiran visual di atas permukaan laut menggunakan Rubber Boat Basarnas dan perahu nelayan, sedangkan SRU 2 melaksanakan pencarian visual di sepanjang pesisir Pantai Grajagan.
Komandan Tim Operasi SAR Kantor Pencarian dan Pertolongan Banyuwangi, Andi Irawan menjelaskan, Tim SAR Gabungan menerima informasi dari nelayan bahwa korban terakhir telah ditemukan. Selanjutnya, korban berhasil dievakuasi dalam kondisi meninggal dunia (MD) di koordinat 08°36′00,22″ LS – 114°14′38,30″ BT, sekitar 1 Nautical Mile (NM) dari lokasi kecelakaan kapal (LKK).
Korban kemudian dibawa menggunakan ambulans menuju rumah duka dan diserahkan kepada pihak keluarga.
“Dengan ditemukannya korban terakhir, maka Tim SAR Gabungan melaksanakan debriefing dan mengusulkan penutupan operasi SAR. Seluruh unsur yang terlibat selanjutnya dikembalikan ke satuan masing-masing,” papar Andi.
Korban terakhir yang ditemukan kali ini diketahui bernama Lukman (25), warga Desa Tegalsari, Kecamatan Tegaldlimo, Kabupaten Banyuwangi.
Dengan demikian, seluruh korban dalam insiden kapal nelayan terbalik tersebut telah ditemukan dengan rincian 4 orang meninggal dunia.
“Selama operasi berlangsung, kondisi cuaca di lokasi pencarian terpantau cerah dengan tinggi gelombang berkisar 0,5–1 meter dan kecepatan angin 7–9 km/jam, sehingga mendukung pelaksanaan pencarian di lapangan,” papar Andi.
Berdasarkan informasi yang diterima Kantor Pencarian dan Pertolongan Banyuwangi, peristiwa itu terjadi sekitar pukul 01.00 WIB pada Senin dini hari (20/7/2026) saat sebuah kapal nelayan dengan membawa puluhan Anak Buah Kapal (ABK) bertolak melaut. Ketika berada di perairan Pantai Grajagan, Banyuwangi, kapal diterjang ombak hingga terbalik dan tenggelam. Mengakibatkan seluruh Anak Buah Kapal (ABK) ikut tercebur ke laut.
Operasi SAR melibatkan berbagai unsur, antara lain Tim Rescue Kantor Pencarian dan Pertolongan Banyuwangi, Pos TNI AL Grajagan, Koramil Purwoharjo, Polsek Purwoharjo, Polairud Polresta Banyuwangi, Ditpolairud Polda Jawa Timur, Damkar Kabupaten Banyuwangi, PA Resort Grajagan, Dinas Perikanan Grajagan, Mapala SAR Tangi, Agen Bencana BPBD Provinsi Jawa Timur, Pemerintah Desa Grajagan, serta para nelayan setempat.
