radiovisfm.com – Rumah milik warga di Kelurahan Kepatihan, Kecamatan Banyuwangi terbakar diduga akibat kebocoran gas elpiji dengan kerugian mencapai 75 juta rupiah. Sebelum kejadian, pemilik rumah memasak air dan ditinggal keluar untuk membeli sarapan dengan kondisi kompor masih menyala.
Rumah tersebut milik Suratin (70). Hampir seluruh bagian rumah korban rusak parah akibat dilalap si jago merah. Ceritanya, saat itu korban memasak air di dapur. Selang beberapa lama, dia keluar rumah untuk membeli sarapan dengan kondisi kompor masih menyala.
Api pertama kali diketahui oleh anak pemilik rumah yang saat itu berada di dalam kamar mandi. Ketika berada di kamar mandi, saksi mencium bau asap. Setelah keluar untuk memastikan sumbernya, anak korban melihat api mulai membesar dari area dapur dan segera meminta pertolongan kepada warga sekitar.
Selanjutnya, puluhan warga berupaya memadamkan api menggunakan air dan peralatan seadanya agar kobaran api tidak semakin meluas. Bersamaan dengan itu, anak korban menghubungi Call Center Kantor Dinas Pemadam Kebakaran dan Penyelamatan (Damkarmat) Banyuwangi untuk meminta bantuan.
“Berdasarkan hasil investigasi awal, penyebab kebakaran diduga berasal dari aktivitas memasak air yang ditinggalkan dalam keadaan kompor masih menyala tanpa pengawasan,” kata Humas Kantor Damkarmat Banyuwangi, Khadafi.
Menurut Khadafi, posisi kompor yang berada di depan pintu kamar menyebabkan api menyambar kain gorden. Kobaran api kemudian dengan cepat membesar, menjalar ke bagian atas bangunan dan membakar rangka serta atap rumah, sebelum akhirnya merambat ke bagian lainnya.
“Dalam upaya pemadaman ini, pihaknya mengerahkan 4 unit mobil kebakaran. Sejumlah barang berharga milik korban ludes terbakar seperti TV, kulkas, Laptop dan kipas angin. Dengan total kerugian mencapai Rp 75.000.000,” papar Khadafi.
Petugas Damkarmat Banyuwangi melakukan penyemprotan pada sisi timur dan utara area kebakaran sebagai langkah awal untuk mencegah kobaran api merambat ke bangunan lain yang berada sangat berdekatan.
Setelah api pada kedua sisi tersebut berhasil dikendalikan, petugas melanjutkan upaya pemadaman dengan memfokuskan penyemprotan pada titik api utama yang berada di bagian tengah bangunan hingga kobaran api berhasil di lokalisir dan dipadamkan.
