radiovisfm.com – Pengangkatan bangkai KMP Tunu Pratama Jaya yang tenggelam di Perairan Selat Bali terus berlangsung dan saat ini sudah terangkat 4 bagian buritan kapal yang dekat dengan kemudi. Pengangkatan ini dilakukan oleh Kapal Barge Crane atau Tongkang Bercakar dengan cara di cacah.
Kasi Keselamatan Berlayar Penjagaan dan Patroli KSOP Tanjung Wangi, Ni Putu Cahyani mengatakan, saat ini tengah berlangsung kegiatan pengangkatan KMP Tunu Pratama Jaya yang dimulai 23 Januari 2026 hingga selesai. “Diperkirakan proses kegiatan ini berlangsung selama 1 bulan 30 hari mendatang,” tutur Putu.
“Selama proses pengangkatan dilarang adanya aktivitas nelayan maupun kapal penyeberangan pada radius 400 meter dari lokasi. Ini diperkuat dengan Notice to Marine yang diterbitkan oleh KSOP Tanjung Wangi tertanggal 29 Januari 2026,” paparnya.
Dalam pemberitahuan itu, KSOP Tanjung Wangi menginformasikan kepada seluruh narhkoda dan perusahaan pelayaran bahwa kegiatan pekerjaan bawah air sedang berlangsung pada titik koordinat 08°09’33,11” Lintang Selatan dan 114°29’52,03” Bujur Timur. Sehubungan dengan kegiatan tersebut, KSOP menetapkan area terbatas yang tidak boleh dilalui kapal selama pekerjaan berlangsung. Area pembatasan ditentukan berdasarkan sejumlah koordinat yang telah ditetapkan guna menjamin keselamatan pelayaran serta kelancaran pekerjaan di lapangan.
Putu mengaku, guna memastikan keamanan serta demi kelancaran kegiatan ini, sejumlah stakeholder melakukan patroli rutin setiap hari di sekitar lokasi. Dengan melibatkan KSOP, TNI AL, Satpolairud Polresta Banyuwangi, KPLP serta Basarnas.
“Karena KMP Tunu Pratama Jaya tersebut memiliki 4 jangkar, sehingga jika ada aktivitas nelayan maupun pelayaran dikhawatirkan akan terbelit,” ujar Putu.
Disampaikan Putu, ada beberapa kendala selama proses kegiatan berlangsung, salah satunya arus cukup kuat di kawasan Perairan Selat Bali. Pekerjaan dilaksanakan mulai jam 6 pagi hingga jam 7 malam.
Kasat Polairud Polresta Banyuwangi, Kompol Mohammad Wahyudi menjelaskan, sejak hari pertama kegiatan pengangkatan, petugas menemukan 2 jenazah di Selat Bali yang diduga kuat adalah penumpang KMP Tunu Pratama Jaya.
Jenazah pertama, kondisi bagian tubuhnya masih lengkap walaupun sudah sulit dikenali. Masih memakai celana panjang yang didalamnya terdapat dompet berisi KTP, atas nama I Wayan Teja Setiawan berusia 34 tahun, alamat Perumahan Griya Giri Mulya Kelurahan Klatak, Kecamatan Kalipuro, Kabupaten Banyuwangi. Selanjutnya, mayat korban dibawa ke RSUD Blambangan Banyuwangi guna dilakukan identifikasi oleh Tim DVI Polda Jawa Timur.
“Namun secara SOP dari tim DVI tak bisa itu disebut langsung dengan nama sesuai KTP yang ditemukan dan harus ada beberapa persyaratan lain untuk memperkuat identitasnya. Tetapi dari sudut pandang keluarganya, mereka meyakini bahwa korban adalah kerabatnya yang merupakan ABK KMP Tunu Pratama Jaya yang ikut tenggelam,” papar Kompol Wahyudi.
Kompol Wahyudi mengatakan, jenazah sudah diserahkan pada pihak keluarga namun tanpa nama atau Mr X terlebih dahulu sampai dengan adanya penguatan SOP dari DVI.
“Untuk jenazah kedua, kondisinya berupa potongan tubuh saja. Hingga kini masih berada di RSUD Negara Bali,” pungkasnya.

Leave a Reply