radiovisfm.com – Animo masyarakat menggunakan transportasi kereta api pada periode libur panjang (long weekend) Hari Buruh Internasional menunjukkan tren yang sangat positif. Selama periode keberangkatan dari Kamis (30/4) hingga Minggu (3/5), PT Kereta Api Indonesia (Persero) Daerah Operasi 9 Jember mencatat telah melayani sebanyak 87.935 penumpang yang melakukan perjalanan ke berbagai kota tujuan. Angka ini mencakup 43.518 pelanggan yang melakukan keberangkatan menuju berbagai kota, serta 44.417 pelanggan yang berkunjung masuk ke wilayah Daop 9 Jember menggunakan transportasi kereta api.
Jumlah tersebut menunjukkan kenaikan signifikan sebesar 48 persen jika dibandingkan dengan rata-rata volume penumpang pada periode yang sama pekan sebelumnya sebanyak 59.222 pelanggan.
Tingginya antusiasme ini terlihat jelas dari kepadatan yang terjadi di awal dan akhir masa libur. Berdasarkan pantauan data terbaru, puncak arus keberangkatan terjadi pada hari Kamis, 30 April 2026 dengan jumlah sebanyak 21.627 orang. Sementara itu, puncak arus balik terpantau pada hari Minggu, 3 Mei 2026, di mana sebanyak 24.457 pelanggan memadati stasiun-stasiun di wilayah Daop 9 untuk kembali ke rutinitas masing-masing.
Selama periode tersebut, beberapa rangkaian kereta api menjadi primadona masyarakat dengan tingkat keterisian tempat duduk (okupansi) mencapai 100 persen. Kepercayaan masyarakat ini merata baik pada layanan kereta api kelas komersial maupun kelas subsidi (Public Service Obligation/PSO). Beberapa kereta api yang mencatatkan keterisian penuh antara lain:
*Layanan KA Komersial:*
• KA Logawa relasi Ketapang – Purwokerto PP: Melayani sebanyak 1.836 pelanggan.
• KA Blambangan Ekspres relasi Ketapang – Pasarsenen (Jakarta) PP: Melayani sebanyak 1.719 pelanggan.
*Layanan KA PSO (Subsidi):*
• KA Probowangi relasi Ketapang – Surabaya Gubeng PP: Menjadi yang terpadat dengan melayani 4.795 pelanggan.
• KA Sritanjung relasi Ketapang – Lempuyangan (Yogyakarta) PP: Melayani sebanyak 3.361 pelanggan.
Manager Hukum dan Humas Daop 9 Jember, Cahyo Widiantoro, menyatakan bahwa secara umum operasional angkutan kereta api selama masa libur panjang tersebut berjalan dengan selamat, aman, dan terkendali.
“Kami bersyukur seluruh rangkaian perjalanan KA dan pelayanan di stasiun berjalan lancar meski terjadi peningkatan volume penumpang,” ujarnya.
Untuk mengantisipasi lonjakan penumpang, Daop 9 Jember telah memastikan seluruh armada dalam kondisi prima. Pemeriksaan rutin dan ekstra dilakukan terhadap lokomotif maupun kereta di Depo Jember dan Depo Ketapang. KAI juga menyiagakan petugas di titik-titik strategis guna membantu kelancaran pelayanan serta memastikan kenyamanan penumpang selama di stasiun.
Pemanfaatan teknologi seperti sistem Face Recognition dan fasilitas check-in mandiri terbukti efektif mempercepat proses verifikasi data, sehingga antrean di gerbang masuk dapat diminimalisir meski volume penumpang meningkat. Fasilitas penunjang di stasiun, mulai dari kebersihan toilet, kenyamanan ruang tunggu, hingga area bermain anak, tetap dijaga secara optimal demi kepuasan pelanggan.
Manager Humas Daop 9, Cahyo Widiantoro, menyampaikan apresiasi setinggi-tingginya kepada para pelanggan.
“KAI mengucapkan terima kasih atas kepercayaan masyarakat yang terus menjadikan kereta api sebagai moda transportasi pilihan utama untuk menikmati libur panjang. Kepercayaan ini menjadi motivasi kami untuk terus meningkatkan kualitas layanan,” ungkap Cahyo.
Menutup keterangannya, KAI mengimbau kepada calon penumpang untuk tetap memperhatikan waktu keberangkatan. Penumpang disarankan tiba di stasiun setidaknya 30 menit sebelum jadwal keberangkatan guna menghindari risiko tertinggal kereta.
“Kami juga menyarankan masyarakat untuk merencanakan perjalanan dengan baik, memastikan jadwal keberangkatan dan melakukan pembelian tiket melalui aplikasi Access by KAI atau kanal resmi lainnya. Melalui aplikasi tersebut, masyarakat mendapatkan kemudahan tidak hanya dalam pemesanan, tetapi juga saat ingin melakukan perubahan jadwal atau pembatalan tiket secara praktis,” pungkasnya.
