radiovisfm.com – Bupati Banyuwangi Ipuk Fiestiandani kembali menjalankan program “Bunga Desa” (Bupati Ngantor di Desa) di tiga desa, Kradenan, Purwoharjo, dan Glagahagung, Kecamatan Purwoharjo, Rabu (29/4/2026). Di sela program yang digelar sejak 2021 itu, Bupati Ipuk menjenguk, warga Dusun Krajan, Desa Purwoharjo, Bapak Mamat, yang sakit akibat kecelakaan kerja.
Pria berusia 45 tahun tersebut mengalami lumpuh selama tiga tahun, akibat terjatuh dari pohon jati saat dia bekerja. Selama tiga tahun, Mamat hanya bisa terbaring di tempat tidur.
“Saya jatuh dari pohon. Dari sini (tangan) hingga kaki tidak bisa digerakkan,” kata Mamat pada Bupati Ipuk.
Dalam kesempatan itu, Bupati Ipuk langsung meminta pada Direktur RSUD Genteng, Sugiyo, yang turut dalam Bunga Desa, untuk segera dibawa ke rumah sakit agar mendapat terapi.
“Nanti di rumah sakit bapak mendapat terapi, agar perlahan bisa berjalan lagi. Untuk biaya bapak tenang saja, karena sudah ditanggung negara. Bapak harus semangat untuk bisa sehat lagi. Ibu, tolong bantu doa, agar bapak bisa sembuh lagi,” kata Bupati Ipuk pada Mamat dan istrinya.
Selama ini Mamat tinggal bersama istri dan satu anak yang masih kelas 3 Sekolah Dasar. Mamat juga kesulitan untuk berobat, karena istrinya harus bekerja di pabrik sehingga tidak ada yang mendampingi.
Bupati Ipuk juga meminta kepala desa Purwoharjo, Fausi Amurulloh, agar turut mendampingi selama perawatan.
“Untuk Pak Kades, saya minta ada petugas dari desa untuk mengantar dan mendampingi Pak Mamat menjalani terapi, karena istrinya harus bekerja. Bisa manfaatkan mobil siaga desa yang memang fungsinya untuk mengantar warga yang sakit,” pinta Bupati Ipuk.
Bupati Ipuk juga meminta agar petugas Puskesmas untuk memasifkan program layanan “Jemput Bola Rawat Warga” dengan melakukan pemeriksaan ke rumah-rumah warga secara rutin, khususnya ke lansia dan mereka yang tidak bisa berobat ke luar rumah.
Direktur RSUD Genteng Sugiyo mengatakan, Mamat akan mendapat terapi untuk melatih otot-otot terutama kaki dan tangan.
“Selain terapi, kami juga akan lakukan pemeriksaan secara menyeluruh termasuk organ dalamnya,” kata Sugiyo.
Selain menjenguk warga sakit, Ipuk juga menyerahkan bantuan alat bantu seperti kursi roda, walker, dan kruk kepada 25 penerima di Desa Purwoharjo. Ipuk menyerahkab bantuan kursi roda pada perempuan difabel di Desa Karetan.
