Jamin Keselamatan Perjalanan, KAI Daop 9 Jember Intensifkan Pemeriksaan Jalur Menggunakan Kereta Ukur Canggih

radiovisfm.com – PT Kereta Api Indonesia (Persero) Daerah Operasi 9 Jember terus berkomitmen menjaga keandalan infrastruktur jalan rel demi menjamin keselamatan dan kenyamanan perjalanan kereta api. Salah satu upaya krusial yang dilakukan adalah melalui pemeriksaan rutin geometri jalan rel menggunakan armada Kereta Ukur Jalan Rel (KUJR) berteknologi tinggi.

Jalan rel merupakan kesatuan konstruksi kompleks yang terdiri dari baja dan beton yang berfungsi mengarahkan jalannya rangkaian kereta api. Mengingat fungsinya yang vital, kondisi jalan rel harus dipastikan tetap berada pada standar Track Quality Index (TQI), yaitu parameter nilai deviasi yang menjadi acuan kualitas jalan rel di Indonesia.

Manager Hukum dan Humas Daop 9 Jember, Cahyo Widiantoro, menjelaskan bahwa pemeriksaan menggunakan KUJR bertujuan untuk mendeteksi secara akurat kondisi geometri jalan rel tanpa mengganggu operasional kereta api reguler.

“Keselamatan adalah harga mati bagi KAI. Melalui Kereta Ukur ini, kami dapat mengevaluasi kondisi lintasan secara objektif, mulai dari Lebar Sepur (jarak antar rel), Angkatan (ketinggian vertikal), hingga Listringan (kelurusan horizontal). Data ini sangat penting bagi tim prasarana untuk melakukan perawatan yang presisi di titik-titik yang memerlukan perbaikan,” ujar Cahyo.

*Mengenal “Dokter Jalur” Milik KAI*

Untuk memastikan kualitas lintas di Daop 9 Jember, KAI mengoperasikan beberapa unit kereta ukur andalan yang memiliki spesifikasi khusus, di antaranya:

– KUJR EM-120 Nomor 7190 “Arjuna”: Armada terbaru buatan tahun 2022. Memiliki penggerak sendiri dan menggunakan teknologi laser (Optical Contact) untuk mengukur geometri jalan rel, keausan rel, hingga kondisi listrik aliran atas dengan akurasi tinggi.

– KUJR EM-120 Nomor 109 “Bratasena”: Buatan tahun 1995 dengan sistem pengukuran mekanik menggunakan troli yang tetap andal dalam memantau parameter geometri.

– KUJR HKPW U-76501 “Yudistira”: Sarana legendaris buatan tahun 1976 yang telah dimodifikasi pada 2007. Pengoperasiannya dilakukan dengan ditarik lokomotif untuk memantau kondisi teknis rel.

Selain ketiga kereta tersebut, KAI juga menggunakan Accelerometer Portable, yakni sensor canggih yang mampu mendeteksi perubahan percepatan pada sumbu x, y, dan z untuk memantau kualitas guncangan kereta saat melintas.

Sepanjang jalur di wilayah Daop 9 Jember yang membentang dari Pasuruan hingga Banyuwangi sepanjang 261.103 Kilometer Sepur (Kmsp), pemeriksaan dilakukan secara ketat. Parameter teknis seperti Pertinggian (kemiringan rel di tikungan) dan Skilu (perbedaan ketinggian rel dalam jarak pendek) dipantau secara detail agar tidak melampaui batas toleransi yang dapat membahayakan perjalanan.

Cahyo menambahkan, pemeriksaan rutin ini dilakukan setiap 3 bulan sekali. Pada tahun 2025, Daop 9 Jember tercatat telah melaksanakan pemeriksaan sebanyak 4 kali. Sedangkan untuk tahun 2026 telah dilakukan sebanyak 2 kali pemeriksaan dari program untuk memastikan seluruh lintas siap melayani pelanggan dengan aman.

“Hasil dari pemantauan ini memungkinkan kami melakukan perawatan preventif. Dengan mendeteksi gejala kerusakan lebih awal, kita bisa meminimalisir risiko gangguan perjalanan, sehingga masyarakat yang menggunakan jasa kereta api di wilayah Daop 9 Jember dapat sampai di tujuan dengan selamat, aman, dan tepat waktu,” tutup Cahyo.