radiovisfm.com – Pengorbanan dan kasih sayang seorang ayah tak ada tandingannya. Demi mendampingi sang buah hati menggapai mimpi, Randri Kusuma Pranata, seorang pengemudi ojek online (ojol) di Banyuwangi, rela mematikan aplikasi pencari orderannya saat pelaksanaan seleksi penari Gandrung Sewu 2026 di sektor Banyuwangi Kota.
Di tengah riuhnya suasana audisi, Randri terlihat termenung penuh kecemasan sekaligus harap. Ia sengaja mematikan orderan sejak pukul 13.30 WIB, saat seleksi dimulai dan baru menyalakannya kembali pada pukul 17.00 WIB.
“Tahun ini merupakan tahun ke-2 anak saya mengikuti seleksi Gandrung Sewu. Saya sangat antusias mendukung anak saya untuk bisa ikut Gandrung Sewu 2026,” ungkap Randri penuh haru.
Randri berharap ajang tahunan ini terus menjadi wadah positif bagi para generasi muda untuk menyalurkan bakat seni mereka.
“Saya mendoakan anak saya semoga bisa menjadi anak yang berprestasi sehingga bisa membawa harum nama Banyuwangi,” pungkasnya.
Perjuangan sang ayah membuahkan hasil manis. Sang anak, Keysha Tazkiyah Pranata, yang merupakan siswi SMPN 2 Banyuwangi, dinyatakan lolos seleksi. Keysha mengaku sangat bangga dapat kembali menjadi bagian dari tarian kolosal kebanggaan Bumi Blambangan tersebut.
“Saya sangat senang bisa lolos seleksi Gandrung Sewu 2026, tentu ini sudah tahun ke-2 saya bisa ikutan. Terimakasih orangtuaku sudah menemani seleksi,” tutur Keysha.
Suasana ajang seleksi di sektor Banyuwangi Kota berlangsung riuh dan penuh energi. Sekitar 500 penari dari tingkat SD hingga SMA tampil memukau demi mengamankan “tiket” menjadi bagian dari pertunjukan kolosal yang rutin masuk dalam kalender Banyuwangi Festival tersebut.
Pada penyelenggaraan tahun ini, Festival Gandrung Sewu 2026 yang dijadwalkan berlangsung pada 24 Oktober 2026 mendatang mengusung filosofi keikhlasan bertajuk “Kembang Dermo”.
Untuk menjangkau seluruh bakat lokal di Kabupaten Banyuwangi, proses audisi dilaksanakan secara maraton berdasarkan zona sektor kecamatan mulai 23 hingga 30 Juli 2026.
Tahap awal seleksi dimulai pada Kamis, 23 Juli 2026 untuk wilayah Banyuwangi Kota, Kabat, Wongsorejo, dan Kalipuro. Selanjutnya, audisi bergeser ke zona Glagah, Giri, dan Licin pada 24 Juli 2026, disusul zona Blimbingsari, Rogojampi, Singojuruh, serta Songgon pada 25 Juli 2026. Penari dari wilayah Muncar dan Srono dijadwalkan mengikuti seleksi pada 26 Juli 2026, sedangkan zona Cluring, Purwoharjo, dan Tegaldlimo digelar pada 27 Juli 2026.
Memasuki hari-hari terakhir, seleksi berlanjut ke wilayah Bangorejo, Siliragung, dan Pesanggaran pada 28 Juli 2026, kemudian zona Genteng, Gambiran, Sempu, dan Tegalsari pada 29 Juli 2026, sebelum akhirnya ditutup di zona Glenmore dan Kalibaru pada 30 Juli 2026.
Ajang tahunan ini tidak hanya menjadi kebanggaan masyarakat lokal, tetapi juga terus menyita perhatian nasional. Pada tahun 2026, Festival Gandrung Sewu kembali berhasil masuk dalam jajaran Kharisma Event Nusantara (KEN), program unggulan dari Kementerian Pariwisata Republik Indonesia (Kemenpar RI).
Dengan semangat membara dari para penari muda serta persiapan matang dari penjuru wilayah, panggung utama Gandrung Sewu pada 24 Oktober 2026 mendatang dipastikan siap menghipnotis ribuan pasang mata wisatawan domestik maupun mancanegara.
