Sopir dan Operator-Regulator Pelabuhan Capai Kesepakatan, Pelabuhan Ketapang Kembali Dibuka

radiovisfm.com – Pelabuhan Ketapang Banyuwangi kembali dibuka usai aksi demo para sopir truk tronton, Kamis (3/9/2026). Akses kendaraan masuk ke pelabuhan yang sebelumnya tertutup akibat adanya demo kembali dibuka sekitar pukul 17.15 WIB atau 2 jam dihitung sejak aksi digelar.

Puluhan sopir truk membubarkan diri setelah bersepakat dengan operator dan regulator pelabuhan. Kesepakatan itu didapati dalam pertemuan antara perwakilan sopir, ASDP, KSOP, dan pihak terkait lain.

Ada enam poin kesepakatan dalam pertemuan tersebut. Pertama, memastikan jumlah kapal yang beroperasi sesuai.

Kedua, percepatan operasional pelabuhan dan kapal, serta membagi muatan ringan (di bawah 30 ton) ke dermaga MB dan berat (di atas 30 ton) ke dermaga LCM.

Ketiga, pihak operator dan regulator akan penambahan kapal yang beroperasi dengan sistem tiba-bongkar-betangkat (TBB) untuk mengurai kemacetan.

Keempat, para sopir siap mengikuti arahan petugas untuk pemuatan kapal. Supir yang melanggar arahan petugas dan melanggar aturan di dalam pelabuhan bersedia dikenakan sanksi. Pun demikian dengan petugas yang melanggar peraturan. Mereka akan diberikan sanksi.

Kelima, KSOP akan melakukan percepatan pelayanan SPB (Surat Persetujuan Berlayar) tanpa mengabaikan faktor keselamatan pelayaran.

Keenam, asosiasi pelayaran akan mengoptimalkan trip dan muatan kapal.

“Dengan adanya kesepakatan tersebut, penutupan akses menuju Pelabuhan Ketapang pada akhirnya dapat dihentikan. Pada pukul 17.15 WIB, penutupan akses menuju Pelabuhan Ketapang telah dihentikan dan akses kembali dibuka,” kata General Manager ASDP Cabang Ketapang Media Syahrianto.

Koordinator sopir, Darmawan, mengatakan, kemacetan menyebabkan kerugian bagi para sopir. Ongkos perjalanan membengkak akibat para sopir harus menginap di jalan selama macet.

“Biaya makan bertambah. Dan (risiko) muatan busuk,” katanya.