radiovisfm.com – Anggota DPRD Banyuwangi Fraksi Gerindra berinisial ADR yang terseret dugaan kasus narkoba dikenal berkinerja baik. Dia ditangkap bersama anggota DPRD Malang di sebuah hotel di Surabaya.
Hal ini dikatakan Ketua Fraksi Gerindra DPRD Banyuwangi Suwito saat dikonfirmasi media usai rapat paripurna di gedung dewan setempat, Rabu (30/9/2026).
“Beliau salah satu anggota yang baik dan mengikuti kegiatan-kegiatan DPRD juga dengan baik. Karena saya selama ini bersama-sama beliaunya ini juga enggak ada problematik,” kata Suwito.
“Dan saya lihat anaknya juga baik di DPRD, kinerjanya juga baik,” sambungnya.
Selain itu, pekerjaan-pekerjaan di dewan dikerjakan ADR sesuai prosedur.
Sementara dugaan kasus narkoba yang melibatkan ADR, Suwito mengaku tidak mengerti. Saat ini pihaknya tengah menunggu konfirmasi dari Polrestabes Surabaya terkait penangkapan ADR.
“Sampai detik ini kami masih menunggu informasi apa yang sebenarnya terjadi dan apa yang sebenarnya yang dilakukan oleh salah satu anggota DPRD Kabupaten Banyuwangi ini,” ujarnya.
Suwito merasa prihatin jika kasus yang menimpa ADR ini benar-benar terbukti. Ia pun meminta agar seluruh anggota DPRD lainnya tak hanya di Banyuwangi tapi di seluruh Indonesia jangan sampai terjerumus.
Apalagi, kata dia, Presiden Prabowo Subianto saat ini tengah gencar melakukan perang terhadap narkoba.
“Hari ini kan kita lagi perang terhadap narkoba. Semuanya disini lagi berperang masalah narkoba. Karena ini juga musuh kita yang utama,” ucap Suwito.
Sementara untuk proses hukum terhadap ADR, pihaknya menyerahkan sepenuhnya kepada kepolisin.
“Supaya ini tidak ada kesalahpahaman. Sehingga kita tetap teman-teman bersabar menunggu proses mungkin pemeriksaan ya di Polrestabes Surabaya,” pintanya.
Sebelumnya diberitakan, Anggota DPRD Banyuwangi berinisial ADR dikabarkan diamankan Satres Narkoba Polrestabes Surabaya.
Ia dikabarkan ditangkap bersama Anggota DPRD Malang berinisial UA di sebuah hotel di Surabaya.
Suwito yang juga Ketua Badan Kehormatan (BK) DPRD Banyuwangi mengaku belum mendapat konfirmasi dari persolan tersebut.
Sementara kasus yang menimpa ADR, Suwito mengetahui dari kabar yang beredar.
“Kami sampai detik ini belum mendapatkan konfirmasi dari penegak hukum, dari pihak Surabaya,” kata Suwito.
