radiovisfm.com – Anggota DPRD Banyuwangi menjalani tes urine di Gedung Dewan, Senin (5/10/2026). Tes urine yang diikuti puluhan anggota dewan ini digelar sepekan setelah salah satu anggota DPRD Banyuwangi berinisial ADR ditangkap Polrestabes Surabaya atas kasus narkotika.
Jadwal tes urine digelar sejak pukul 09.30 WIB di depan ruang rapat khusus. Tes urine dilanjutkan dengan deklarasi antinarkoba yang diikuti oleh para anggota dewan. Hingga acara deklarasi selesai sekitar pukul 10.15 WIB, jumlah anggota DPRD yang mengikuti tes urine hari itu sebanyak 30 orang.
Beberapa hari sebelumnya, 7 anggota DPRD dari Fraksi Partai Demokrat telah lebih dulu mengikuti tes urine. Itu artinya, jumlah anggota dewan yang telah menjalani tes urine pascakasus narkotika ADR sebanyak 37 orang.
Sekadar informasi, jumlah anggota DPRD Banyuwangi adalah 50 orang. Jika dikurangi ADR, jumlah anggota yang harusnya mengikuti tes urine sebanyak 49 orang. Itu artinya, masih terdapat 12 anggota DPRD yang belum menjalani tes urine.
Ketua DPRD Banyuwangi I Made Cahyana Negara mengatakan, tak ada pemberitahuan atau izin dari para anggota DPRD yang tak hadir dalam tes urine tersebut.
“Bagi yang belum ikut hari ini, kami minta untuk mengikuti tes susulan di kantor BNNK Banyuwangi,” kata Made.
Made mengatakan, pihaknya akan bersinergi dengan BNNK Banyuwangi dan instansi terkait lainnya sebagai bentuk upaya memperkuat komitmen pemberantasan peredaran narkotika.
Kepala BNNK Banyuwangi Kombes Pol Rachmat Kurniawan berterima kasih kepada para anggotanya DPRD yajg telah mendeklarasikan diri untuk menumpas peredaran narkotika.
“Tentunya ini adalah optimalisasi penguatan dari kepercayaan masyarakat tentang bahwa di lingkungan dewan ini bersih dari narkoba,” kata Rachmat.
Hingga siang hari, proses pengetesan urine para anggota dewan masih berjalan. Beberapa hasil yang telah keluar menunjukkan, anggota DPRD yang urinenya telah dites adalah negatif.
Apabila terdapat temuan positif, Rachmat mengatakan, BNNK akan melakukan rehabilitasi.
“Tugas BNNK ini kan bukan hanya dari penindakan hukum saja, namun yang lebih penting adalah demand reduction. Demand reduction adalah bagaimana menyembuhkan teman-teman yang sudah terkontaminasi,” kata dia.
