radiovisfm.com – Ratusan sopir truk beserta kendaraannya memblokade jalan protocol depan Kantor Pemkab Banyuwangi, Rabu (14/10/2026), menuntut agar pemerintah daerah setempat ikut turun tangan mengatasi kemacetan yang sering terjadi dikawasan Pelabuhan Ketapang.
Sebelumnya, iring-iringan kendaraan pengunjuk rasa ini datang dari berbagai arah. Seperti yang dari arah utara, melaju dari arah lampu merah Sukowidi dan pos Pantau PTSL. Sedangkan dari selatan, titik kumpul dari depan RTH Kedayunan Kecamatan Kabat.
Sontak saja, ratusan kendaraan truk yang tergabung dalam Gerakan Aliansi Pengemudi Indonesia Bersatu (Gapiber) ini sempat memacetkan arus kendaraan bermotor dari berbagai arah karena tujuan mereka depan Kantor Pemkab Banyuwangi, yang berada di jalur protocol. Mereka datang dari berbagai daerah di Indonesia yang biasa mengirim barang ke pulau Bali.
Sesampainya di Kantor Pemkab Banyuwangi, mereka menutup pintu masuk dan pintu keluar kantor setempat. Mereka menuntut Bupati Banyuwangi Ipuk Fiestiandani menemui para pengunjuk rasa untuk ikut turun tangan dalam mengatasi persoalan antrian panjang kendaraan bermotor yang kerap terjadi di area Pelabuhan Ketapang, Banyuwangi.
Dalam aksi demo tersebut, sebanyak 20 orang perwakilan sopir truk logistik diterima langsung oleh Kepala Kesbangpol Banyuwangi. Namun dari audensi tersebut tidak menemukan titik temu sehingga ratusan sopir mengancam akan menginap disekitar kantor Pemkab Banyuwangi sampai tuntutan mereka diterima dan dijalankan.
“Dari berbagai tuntutan kami diantaranya adalah memohon untuk memastikan dan meyakinkan kepada mereka tidak ada lagi kemacetan di Pelabuhan ASDP Ketapang-Gilimanuk terkecuali factor alam dan hari hari besar,” terang Koordinator aksi demo, Darmawan.
Mereka juga menuntut agar pembangunan dermaga di Pelabuhan ASDP Ketapang dan Gilimanuk untuk dipercepat.
“Kami meminta segera dilakukan pembangunan jalur penghubung dari kantong parkir Pelabuhan Bulusan ke dermaga LCM,” imbuh Darmawan.
Karena tuntutannya tidak dapat disepakati oleh pemerintah daerah, ratusan sopir truk membakar keranda yang bertuliskan matinya hati nurani Pemkab Banyuwangi. Selain itu, sopir truk juga mengancam akan mendatangkan lebih banyak massa yang kini sudah berkumpul di area Pelabuhan Ketapang Banyuwangi.
