radiovisfm.com – Tiga titik kebakaran terjadi di Kabupaten Banyuwangi, Jawa Timur, pada Senin (19/10/2026). Dua kejadian melanda lahan kosong di Kecamatan Banyuwangi dan Glagah, sedangkan satu kebakaran lainnya menghanguskan kandang kambing dan sapi di Kecamatan Giri. Empat ekor kambing mati terpanggang dalam peristiwa tersebut.
Kepala Dinas Pemadam Kebakaran dan Penyelamatan (Damkarmat) Banyuwangi Edy Supriyono mengatakan, berdasarkan investigasi awal, ketiga kejadian diduga berkaitan dengan aktivitas pembakaran sampah yang ditinggalkan tanpa pengawasan.
“Dari hasil investigasi awal, kebakaran di tiga lokasi tersebut diduga dipicu pembakaran sampah. Api yang masih menyala kemudian merambat ke area sekitarnya, terlebih kondisi cuaca panas dan angin yang cukup kencang,” kata Edy.
Menurut Edy, kebakaran lahan perlu diwaspadai karena api dapat dengan cepat menjalar ketika menyambar rumput, semak, maupun material kering. Terlebih jika sumber api ditinggalkan sebelum benar-benar padam.
Kebakaran pertama terjadi di lahan kosong di Jalan Brawijaya, Kelurahan Kebalenan, Kecamatan Banyuwangi. Petugas menerima laporan pada pukul 08.32 WIB dan tiba di lokasi pukul 08.42 WIB. Api berhasil dipadamkan pada pukul 08.51 WIB.
Luas lahan yang terbakar diperkirakan sekitar 10 x 8 meter. Berdasarkan keterangan saksi yang dihimpun petugas, seseorang sebelumnya terlihat mengumpulkan sampah dan membakarnya di sekitar lokasi. Namun, orang tersebut kemudian meninggalkan tempat ketika api masih menyala.
“Api dari pembakaran sampah diduga terus membara, kemudian tertiup angin dan merambat ke lahan di sekitarnya,” jelas Edy.
Kebakaran kedua terjadi di lahan kosong dekat Perumahan Villa Ijen Gold, Desa Bakungan, Kecamatan Glagah. Laporan diterima Damkarmat pukul 09.00 WIB. Petugas tiba sembilan menit kemudian dan langsung melakukan pemadaman.
Api berhasil dikendalikan pada pukul 09.33 WIB. Area lahan yang terdampak diperkirakan mencapai 50 x 65 meter.
Warga sempat melakukan pemadaman awal secara gotong royong karena kobaran api dikhawatirkan merambat ke kawasan perumahan. Petugas kemudian melakukan pendinginan dan pemeriksaan untuk memastikan tidak ada bara api yang berpotensi memicu kebakaran susulan.
Edy menjelaskan, dalam penanganan kebakaran lahan, pemadaman tidak cukup hanya dilakukan pada bagian yang terlihat terbakar. Petugas juga harus memeriksa area terdampak untuk memastikan sumber panas benar-benar hilang.
“Setelah api padam, kami melakukan pendinginan dan penyisiran di area yang terbakar. Ini penting untuk memastikan tidak ada bara api yang tersisa dan berpotensi menimbulkan kebakaran kembali,” ujarnya.
Sementara itu, kebakaran ketiga terjadi di Lingkungan Concrong, Kelurahan Boyolangu, Kecamatan Giri. Api membakar kandang kambing dan kandang sapi sekitar pukul 08.45 WIB.
Wahyu Dwi Setyo Bidyanto, pemilik kandang sapi, mengetahui kejadian tersebut dan meminta bantuan warga. Mereka berupaya memadamkan api sekaligus menyelamatkan hewan ternak yang masih berada di dalam kandang.
Sebanyak tiga ekor sapi berhasil dievakuasi. Namun, empat ekor kambing tidak berhasil diselamatkan karena api telanjur membesar di bagian kandang kambing.
Petugas Damkarmat tiba di lokasi pukul 09.28 WIB dan mulai melakukan pemadaman dua menit kemudian. Api berhasil dipadamkan pukul 09.37 WIB, dilanjutkan pemeriksaan dan pendinginan hingga penanganan selesai.
“Dalam kejadian di Boyolangu, empat ekor kambing tidak berhasil diselamatkan. Sementara tiga ekor sapi berhasil dievakuasi dari kandang,” ungkap Edy.
Kerugian materiil akibat kebakaran kandang tersebut ditaksir mencapai Rp 13 juta, meliputi kandang kambing, kandang sapi, dan empat ekor kambing. Adapun tiga ekor sapi yang berhasil diselamatkan ditaksir bernilai Rp 40 juta.
Edy mengimbau masyarakat agar lebih berhati-hati ketika membakar sampah maupun membersihkan lahan. Menurutnya, pembakaran yang dilakukan tanpa pengawasan berisiko memicu kebakaran lebih besar, terutama saat cuaca panas dan angin kencang.
“Jangan meninggalkan pembakaran sampah dalam kondisi api masih menyala. Pastikan api benar-benar padam sebelum ditinggalkan. Jangan sampai api merambat ke lahan, kandang ternak, atau bangunan milik warga,” tegasnya.
Ia juga mengingatkan masyarakat agar segera melaporkan kejadian kebakaran kepada petugas apabila melihat asap atau kobaran api yang berpotensi meluas. Pelaporan lebih awal diharapkan membuat penanganan bisa dilakukan lebih cepat sehingga dampak kebakaran dapat diminimalkan.
