radiovisfm.com – Kereta api kini tidak hanya menjadi pilihan perjalanan untuk memenuhi kebutuhan mobilitas, tetapi juga bagian dari gaya hidup masyarakat modern, khususnya generasi muda. Hal ini tercermin dari tingginya jumlah pengguna kereta api dari kelompok Generasi Z dan Milenial di wilayah PT Kereta Api Indonesia (Persero) Daerah Operasi 9 Jember.
Sepanjang periode Januari hingga Oktober 2026, KAI Daop 9 Jember telah melayani sebanyak 2.630.543 penumpang. Dari jumlah tersebut, kelompok usia 18–34 tahun menjadi salah satu segmen pengguna terbesar dengan total 1.395.182 penumpang atau sekitar 53 persen dari keseluruhan pelanggan yang dilayani.
Secara lebih terperinci, penumpang kelompok usia 18–24 tahun tercatat sebanyak 682.400 orang, meningkat 11,75 persen dibandingkan periode yang sama tahun 2025. Sementara itu, kelompok usia 25–34 tahun mencapai 712.782 orang atau tumbuh 2,75 persen dibandingkan tahun sebelumnya.
Data tersebut memperlihatkan bahwa kereta api memiliki peran penting dalam mendukung mobilitas generasi muda dan kelompok usia produktif. Beragam kebutuhan perjalanan, mulai dari pendidikan, pekerjaan, bisnis, hingga wisata dan kunjungan keluarga, menjadi bagian dari aktivitas masyarakat yang memanfaatkan layanan kereta api.
Salah satu gambaran nyata dari mobilitas generasi muda tersebut terlihat dari perjalanan Raden Roro Windy Nirvana Suci (21), mahasiswi Universitas Negeri Yogyakarta (UNY) asal Yogyakarta. Ia memilih menggunakan KA Sangkuriang untuk melakukan perjalanan wisata menuju Banyuwangi.
Bagi Windy, perjalanan dengan kereta api memberikan pengalaman tersendiri. Perjalanan menuju destinasi wisata tidak hanya tentang mencapai tempat tujuan, tetapi juga kesempatan menikmati suasana dan pemandangan sepanjang perjalanan. Dengan menggunakan kereta api, ia dapat menikmati perjalanan dengan lebih santai sekaligus menjadikan perjalanan sebagai bagian dari pengalaman berwisata.
Pengalaman Windy menjadi salah satu potret bagaimana kereta api dimanfaatkan generasi muda untuk menjelajahi berbagai daerah. Konektivitas antarkota yang dilayani kereta api turut memberikan kemudahan bagi masyarakat untuk mengakses beragam destinasi, termasuk potensi wisata di wilayah Banyuwangi dan sekitarnya.
Manager Hukum dan Humas KAI Daop 9 Jember, Cahyo Widiantoro, menyampaikan bahwa dominasi kelompok usia muda dalam jumlah pengguna kereta api menunjukkan pentingnya peran transportasi publik dalam menunjang dinamika mobilitas masyarakat saat ini.
“Jumlah pengguna kereta api dari kelompok usia 18–34 tahun yang mencapai lebih dari 1,39 juta penumpang menunjukkan bahwa kereta api menjadi salah satu pilihan transportasi bagi generasi muda. Kami melihat kebutuhan mobilitas mereka cukup beragam, mulai dari pendidikan, pekerjaan, hingga perjalanan wisata. Karena itu, KAI terus berupaya menghadirkan layanan yang dapat memenuhi kebutuhan pelanggan dari berbagai kalangan,” ujar Cahyo.
Ia menambahkan, KAI Daop 9 Jember berkomitmen menjaga kualitas pelayanan, mulai dari fasilitas stasiun, kenyamanan selama perjalanan, hingga kesiapan petugas dalam memberikan pelayanan kepada pelanggan. Upaya tersebut dilakukan agar setiap perjalanan dapat berlangsung dengan aman, nyaman, dan lancar.
Cahyo juga mengingatkan seluruh pelanggan, khususnya generasi muda, untuk selalu mengutamakan keselamatan selama menggunakan transportasi kereta api. Penumpang diimbau mematuhi aturan di stasiun maupun di dalam kereta, tidak memasuki area terbatas dan jalur rel, memperhatikan barang bawaan, serta mengikuti arahan petugas.
“Kereta api merupakan transportasi publik yang mengutamakan keselamatan. Kami mengajak generasi muda untuk menjadi pengguna transportasi yang tertib dan peduli terhadap keselamatan, baik untuk diri sendiri maupun orang lain. Dengan demikian, perjalanan yang nyaman dapat berjalan beriringan dengan keselamatan,” tutup Cahyo.
Melalui peningkatan kualitas pelayanan dan konektivitas antardaerah, KAI Daop 9 Jember terus berupaya menghadirkan layanan transportasi yang dapat diandalkan oleh seluruh lapisan masyarakat, sekaligus mendukung aktivitas ekonomi, pendidikan, pariwisata, dan mobilitas masyarakat di wilayah Tapal Kuda.
