radiovisfm.com – Desa adat Kemiren, Kecamatan Glagah, Banyuwangi kembali membuktikan daya tarik budayanya dengan menggelar tradisi Tumpeng Sewu yang berhasil memikat perhatian wisatawan mancanegara.
Di antara ribuan pengunjung, Shandah dari Belanda dan Ayesha dari Skotlandia mengungkapkan kekaguman mereka terhadap tradisi unik yang dipenuhi kehangatan dan kebersamaan ini.
Shandah mengaku terkesan dengan keramahan masyarakat Banyuwangi yang menurutnya sangat tulus.
“Saya benar-benar terpukau dengan keramahan masyarakat Desa Kemiren. Interaksi yang saya alami selama tradisi Tumpeng Sewu sungguh membuat saya merasa diterima dengan sangat baik,” ungkap Shandah.
“Acara ini tidak hanya memberikan pengalaman budaya, tetapi juga menciptakan kenangan yang sangat berkesan,” imbuhnya.
Hal serupa diungkapkan oleh Ayesha. Wisatawan asal Skotlandia ini merasa takjub dengan kehangatan yang ia rasakan selama berada di tengah-tengah perayaan Tumpeng Sewu.
“Kehangatan yang saya rasakan di sini sungguh luar biasa. Terima kasih untuk pengalaman mendalam ini. Saya merasa sangat beruntung bisa menyelami budaya yang begitu kaya,” papar Ayesha.
Tradisi Tumpeng Sewu, yang melibatkan ribuan tumpeng hasil gotong royong warga, telah menjadi salah satu daya tarik utama Banyuwangi. Bagi Shandah dan Ayesha, tradisi ini bukan hanya sekadar acara budaya, tetapi juga sebuah jembatan yang menghubungkan mereka dengan masyarakat lokal, memberikan pemahaman langsung akan nilai-nilai kebersamaan yang kental di Desa Kemiren.
Kehadiran wisatawan asing di acara ini menunjukkan bahwa tradisi Tumpeng Sewu mampu menarik perhatian dunia, tidak hanya sebagai destinasi wisata, tetapi juga sebagai simbol kearifan lokal yang menyatukan berbagai latar belakang dalam semangat persaudaraan.
Banyuwangi pun semakin memperkokoh posisinya sebagai pusat pariwisata budaya yang menginspirasi.


Leave a Reply