radiovisfm.com – Pemerintah pusat dipastikan berkomitmen penuh dalam membantu menyelesaikan persoalan para petani, utamanya petani tebu, karena swasembada pangan benar-benar menjadi fokus Presiden Prabowo.
Wakil Presiden RI, Gibran Rakabuming meninjau perkebunan tebu Jolondoro, PT. Industri Gula Glenmore (IGG) Banyuwangi, Senin (23/6).
Di lokasi itu Gibran melakukan sejumlah kegiatan, seperti proses panen, tanam hingga berdialog dengan petani tebu.
Dalam dialog itu, salah satu petani tebu, Siswono mengeluhkan soal akses jalan. Ia merupakan petani tebu asal Jember yang mensuplai tebu ke PT. IGG. Selama ini akses pengiriman dilakukan menggunakan truck, sementara satu-satunya akses hanya bisa melalui Gunung Gumitir.
“Lewat Gunung Gumitir biaya operasionalnya jadi lebih mahal. Belum lagi resikonya, karena medannya yang menanjak dan berkelok,” ungkap Siswono.
Oleh karenanya, ia meminta agar pembangunan Jalur Lintas Selatan (JLS) yang menghubungkan Banyuwangi – Jember segera dituntaskan. Percepatan akses itu dinilai akan bisa memangkas banyak biaya transportasi pengiriman tebu.
“Saat ini kurang 8 kilometer lagi, kami berharap pembangunan JLS ini segera dituntaskan, supaya biaya operasional bisa lebih murah,” pinta Siswono.
Selain keluhan soal akses, Siswono berharap petani tebu disamakan dengan petani padi dalam hal subsidi pupuk dan alat-alatnya. Termasuk standarisasi harga tebu.
“Bukannya kami iri tapi sebagai petani tebu kami juga ingin diperlakukan sama,” ungkap Siswono.
Menanggapi keluhan itu, Gibran Rakabuming mengatakan industri gula kini tengah digodok serius oleh pemerintah.
Targetnya Indonesia sudah harus swasembada gula pada tahun 2027. Namun, saat ini masih ada beberapa persoalan yang masih perlu diselesaikan. Oleh karenanya ia meminta petani tebu bersabar.
“Saya minta kerjasama petani semua. Pemerintah ingin mberesi ini semua, ini masih menjadi PR. Kita ingin ini (produksi gula) sukses seperti beras. Semua bisa diuntungkan, sekali lagi ini komitmen dari permintah. Karena swasembada pangan benar-benar menjadi fokus Presiden prabowo,” papar Gibran.
Gibran meminta para petani tidak khawatir. Pemerintah pasti akan berkomitmen penuh dalam membantu menyelesaikan persoalan petani.
“Bapak-bapak tidak perlu risau, ini pasti akan diselesaikan. Saya kira untuk masalah mekanisasi, pupuk, bibit, dari pemerintah pasti komitmen untuk membantu,” ujarnya.
Selain dengan petani tebu di Banyuwangi, Gibran yang didampingi Menteri Pertanian Andi Amran Sulaiman, Wakil Menteri BUMN Aminudfin Ma’ruf, Pangdam V Brawijaya Mayjen TNI Rudy Saladin, Kapolda Jatim Irjen Pol Nanang Avianto dan Bupati Banyuwangi Ipuk Fiestiandani, juga berdialog dengan petani tebu dari berbagai wilayah di Indonesia secara online seperti dari Jatim, Sulawesi, Kalimantan dan melalui daring yang diberi nama Saung Manis.
Dalam dialog tersebut Gibran dicurhati berbagai hal terkait masalah pertanian, mulai dari pupuk, alat-alat pertanian, distribusi, dan lainnya.
Sebagai informasi, Wakil Presiden RI, Gibran Rakabuming, melakukan kunjungan kerja ke Kabupaten Banyuwangi selama dua hari, Senin-Selasa (23-24/6/2025). Wapres dijadwalkan meninjau sejumlah program di sektor pertanian, peningkatan ekonomi rakyat, hingga berdialog dengan petani dan warga.

Leave a Reply