radiovisfm.com – Kementrian perhubungan menerapkan Golden Time dalam pencarian korban kecelakaan laut KMP Tunu Pratama Jaya sehingga seluruh stakeholder yang terlibat untuk memaksimalkan operasi SAR.
Sistem Golden Time diterapkan dalam operasi SAR dengan rentan waktu 3 kali 24 jam.
Menteri Perhubungan Duddy Purwagandhi meminta seluruh unsur yang terlibat SAR untuk memanfaatkan waktu sebaik baiknya dalam pencarian dan pertolongan para korban KMP Tunu Pratama Jaya.
“Kita berhak menemukan para penumpang dan awak kapal dalam kondisi selamat. Sekaligus memperhatikan keselamatan para petugas, mengingat kondisi cuaca di perairan Selat Bali tidak bersahabat. Artinya, proses pencarian para korban harus memperhatikan betul para petugasnya,” papar Menhub.
Menhub mengaku melihat koordinasi dari seluruh stakeholder yang terlibat terbilang sudah cukup baik. Kerja sama dan koordinasi yang baik dinilai bisa menghasilkan hasil yang maksimal kepada para korban maupun keluarga korban.
“Kami minta tim gabungan harus bekerja maksimal karena golden Time ini dianggap krusial. Sehingga bisa didapatkan jumlah penumpang yang selamat dan penumpang yang meninggal dunia,” kata Menhub.
“Apabila ada informasi yang perlu disampaikan kepada masyarakat atau publik, saya harap hanya disampaikan oleh Basarnas selaku pihak yang berwenang, agar tidak simpang siur,” imbuhnya.
Terhitung hingga Jumat (04/07/2025), tercatat ada 29 penumpang ditemukan selamat dan 6 penumpang meninggal dunia, 2 diantaranya adalah ibu dan anak, masing-masing bernama Fitri April Lestari (33) dan M Afnan Mustofa usia 3 tahun.
Sementara itu, berdasarkan manifest yang ada, saat kejadian, KMP Tunu Pratama Jaya berangkat dari Pelabuhan Ketapang Banyuwangi menuju ke Pelabuhan Gilimanuk Bali dengan membawa 53 penumpang, 12 kru kapal dan 22 unit kendaraan bermotor.

Leave a Reply