Pencarian Korban KMP Tunu Pratama Jaya Terus Dimaksimalkan

radiovisfm.com – Upaya pencarian korban KMP Tunu Pratama Jaya yang tenggelam di Perairan Selat Bali terus dilakukan oleh tim pencarian udara dan tim laut. Mulai dari helicopter, KRI hingga drone dikerahkan untuk melakukan penyisiran di laut maupun di udara.

Deputi Operasi SAR dan Kesiapsiagaan Basarnas, Laksamana Muda TNI Ribut Eko Suyatno mengatakan Heli rescue HR 3606, Pesud P-8304 dan satu unit heli milik Polri serta Thermal Drone dikerahkan untuk melakukan penyisiran udara di atas perairan Selat Bali.

Penyisiran laut mengerahkan berbagai alut dari tim SAR gabungan seperti KN SAR Permadi, KN SAR Arjuna, RBB Basarnas Banyuwangi, RIB Basarnas Banyuwangi, RIB Basarnas Jembrana dan Buleleng, KN 5200 dan KN 5208, KSOP Tanjung Wangi, Patkamla Lanal Banyuwangi, KAL Sembulungan, KMP Tunu Pratama Jaya 5888, KMP Tunu Pratama Jaya 3888, TB Joyoboyo 1 Pelindo, RIB KN Cundamani, Speed Boat Tagana, Speed Boat Polair dan Rubberboat BPBD Banyuwangi.

“Dalam evaluasi pencarian SAR, pencarian hari selanjutnya akan difokuskan menggunakan alut laut skala besar. Ini dikarenakan berdasarkan prediksi BMKG, gelombang laut di selatan Pulau Bali akan tinggi sehingga kapal kecil ditarik terlebih dahulu,” ungkap Laksamana Ribut.

Rencana pencarian dihari berikutnya, diperkuat dengan perbantuan alut dari seluruh potensi SAR yang terlibat seperti LSTM KRI Teluk Ende, KRI Tongkol dan Heli dari Baharkam dan pihak swasta.

“Berdasarkan arahan Menteri Perhubungan agar memaksimalkan Golden Time dalam upaya pencarian korban KMP Tunu Pratama Jaya, sehingga pencarian juga akan dilakukan pada malam hari,” kata Ribut.

Berdasarkan data manifest yang diterima Basarnas, tercatat ada 30 penumpang kapal sudah ditemukan dalam kondisi selamat. Serta 6 orang penumpang ditemukan meninggal dunia. Sementara saat terjadi kecelakaan laut, KMP Tunu Pratama Jaya membawa 53 orang penumpang, 12 kru kapal dan 22 kendaraan bermotor.

Leave a Reply

Your email address will not be published.