radiovisfm.com – Saat menggelar operasi pencarian terhadap korban KMP Tunu Pratama Jaya, Direktorat Kepolisian Air dan Udara (Ditpolairud) Polda Jawa Timur (Jatim) menemukan satu buah skoci di kawasan pantai Cekik, Gilimanuk Bali.
Patroli laut dilakukan di sekitar Selat Bali dan pesisir Gilimanuk. Juga digelar SAR udara dengan melibatkan personel Korps Polairud Baharkam Polri.
Direktur Ditpolairud Polda Jatim Kombes Pol. Arman Asmara Syarifuddin mengatakan, dalam operasi SAR pencarian korban tenggelamnya KMP Tunu Pratama Jaya ini, Ditpolairud menerjunkan enam kapal, drone bawah air, perahu karet dan drone permukaan.
“Mulai jam 13.15 WIB bersama Polresta Banyuwangi, kami melaksanakan SAR udara di daerah Cekik Gilimanuk Bali,” terang Kombes Arman.
Dalam operasi SAR udara itu, ditemukan skoci di wilayah tersebut. Diduga kuat skoci tersebut sebelumnya berpenumpang.
“Penemuan skoci ini kemudian kami koordinasikan dengan Tim SAR dari Ditpolairud Polda Bali. Temuan ini sudah ditindak lanjuti dengan penyisiran oleh Ditpolairud Polda Bali,” ungkap Kombes Arman.
Polisi yang pernah menjabat Kapolresta Banyuwangi ini, menambahkan, penyisiran dilaksanakan sejak pagi hingga pukul 18.00 WIB. Pagi sampai pukul 15.00 WIB penyisiran dilakukan di daerah selatan dan sore harinya di daerah utara.
Penyisiran akan kembali dilakukan di hari berikutnya dengan melibatkan personil yang memiliki kualifikasi di bidang SAR laut.
“Nantinya akan diperluas area pencarian bekerja sama dengan Basarnas, TNI AL maupun komponen stake holder yang ada,” ujarnya.
Sesuai dengan arahan Menteri Perhubungan untuk melakukan pencarian korban Basarnas bekerja sama dengan stake holder lainnya yaitu polri, TNI AL, serta komponen SAR lainnya.
Kombes Arman menegaskan bahwa sejumlah personel juga telah diterjunkan di wilayah garis pantai. Sehingga dimungkinkan bisa menemukan korban tenggelamnya KMP Tunu Pratama Jaya.
“Dalam proses pencarian ini, yang menjadi kendala utama adalah kondisi cuaca yang kurang mendukung. Sejak pagi hingga pukul 15.00 WIB, kecepatan angin di sekitar Selat Bali mencapai 9 knot. Jam 3 sampai sore 13 knot, serta ombak dengan ketinggian 1,5 sampai 2 meter,” pungkas Kombes Arman.

Leave a Reply