radiovisfm.com – Tim SAR gabungan kembali berhasil menemukan 3 jenazah diduga korban tragedi tenggelamnya KMP Tunu Pratama Jaya di perairan Selat Bali. Satu dari ketiga jenazah tersebut berjenis kelamin perempuan. Ketiganya merupakan korban ke 43, 44 dan 45.
Dalam keterangan persnya, Deputi Operasi SAR dan Kesiapsiagaan Basarnas, Laksamana Muda TNI Ribut Eko Suyatno mengatakan, untuk korban ke 43 berjenis kelamin laki-laki di temukan oleh nelayan setempat di sekitar perairan Teluk Banyubiru, kawasan Taman Nasional Alas Purwo, Banyuwangi pada Rabu sore (9/7/2025) sekira pukul 16.23 WIB. Pertama ditemukan, korban memakai kaos hitan dan celana pendek jeans warna biru.
Korban ke 44 berjenis kelamin perempuan, ditemukan oleh tim SAR gabungan di area Pantai Plengkung, Taman Nasional Alas Purwo Kecamatan Tegaldlimo, Banyuwangi pada Kamis (10/7/2025) sekira pukul 04.00 WIB.
“Korban ditemukan terdampar di pinggir pantai dengan kondisi memakai kaos hitam dan celana pendek jeans biru serta memakai bra warna abu-abu,” terang Eko.
Sementara untuk korban ke 45 berjenis kelamin laki-laki ditemukan oleh nelayan setempat di perairan Pantai Perancak Jembrana Bali pada Kamis (10/7/2025) sekira pukul 03.00 WITA. Korban memakai celana jeans biru, baju kotak-kotak warna hitam merah dan memakai sepatu covers.
“Setelah berhasil di evakuasi ke pinggir pantai, seluruh jenazah dibawa ke RSUD Blambangan Banyuwangi guna dilakukan identifikasi oleh Tim DVI Polda Jawa Timur,” kata Eko.
Namun untuk korban ke 45, terlebih dahulu di evakuasi ke RSU Negara, Bali untuk dilakukan pemeriksaan luar sebelum dibawa ke RSUD Blambangan Banyuwangi.
Eko menyebut, dengan penemuan 3 jenazah ini, total sudah ada 15 penumpang KMP Tunu Pratama Jaya ditemukan meninggal dunia. Sementara 30 penumpang ditemukan selamat.
“Setelah dilakukan identifikasi tim DVI pada Rabu malam (9/7/2025), korban ke 41 diketahui atas nama Putu Mertayasa, laki laki usia 43 tahun warga Banjar Dinas Pasar, Dusun Anturan, Buleleng, Bali. Sedangkan korban ke 42 tidak dapat teridentifikasi karena jenazahnya mengalami kerusakan lanjut. Sidik jarinya sudah tidak bisa diperiksa, sehingga tim DVI melakukan pendalaman dengan pembuktian DNA,” jelas Eko.
Hingga hari ke 9 operasi SAR pencarian dan penyelamatan korban KMP Tunu Pratama Jaya, tim gabungan masih fokus pencarian lokasi keberadaan bangkai kapal. Karena setiap harinya, posisi kapal di nilai terus bergerak mengingat arus di perairan Selat Bali cukup kuat.


Leave a Reply