radiovisfm.com – PT Kereta Api Indonesia (Persero) Daerah Operasi 9 Jember menggelar program pemeriksaan kebugaran jasmani secara komprehensif bagi seluruh pekerjanya.
Program ini merupakan wujud komitmen KAI Daop 9 untuk memastikan kesiapan fisik dan mental para pekerjanya, yang menjadi kunci utama dalam menghadirkan pelayanan transportasi yang aman dan prima.
Kegiatan yang berlangsung mulai 12 November hingga 12 Desember 2025 ini difokuskan untuk mengetahui dan memetakan kondisi kebugaran jasmani setiap pekerja. Pemeriksaan ini menjadi vital, mengingat operasional kereta api menuntut tingkat fokus, ketahanan fisik, dan stamina yang tinggi, terutama bagi mereka yang bertugas langsung di lapangan.
Manager Hukum dan Humas KAI Daop 9 Jember, Cahyo Widiantoro, menyatakan bahwa kesehatan pekerja adalah aset sekaligus prioritas utama perusahaan.
“Di balik lancarnya perjalanan kereta api, ada kru-kru kami yang bekerja tanpa lelah. Kebugaran mereka adalah jaminan keselamatan bagi ribuan pelanggan yang kami layani setiap hari,” ujar Cahyo.
“Oleh karena itu, program pemeriksaan kebugaran ini kami laksanakan secara serius. Ini adalah cara kami memastikan bahwa setiap masinis, kondektur, hingga Polsuska berada dalam kondisi paling prima saat bertugas.” ungkapnya.
Pemeriksaan kebugaran ini dibagi menjadi dua gelombang utama untuk memastikan efektivitas dan tidak mengganggu operasional pelayanan:
– Gelombang Pertama (12 – 22 November 2025): Dikhususkan bagi para Awak Sarana Perkeretaapian (ASP) yang merupakan garda terdepan pelayanan, meliputi Masinis, Asisten Masinis, Kondektur, Polisi Khusus Kereta Api (Polsuska), dan Tenaga Kerja Atas (TKA).
– Gelombang Kedua (24 November – 12 Desember 2025): Diperuntukkan bagi seluruh pekerja organik lainnya di luar ASP.
Pelaksanaan tes dipusatkan di tiga lokasi fasilitas kesehatan KAI, yaitu Klinik Mediska Probolinggo, Klinik Mediska Banyuwangi, dan Klinik Mediska Ketapang.
Cahyo menjelaskan, hasil dari tes ini akan menjadi data penting bagi perusahaan.
“Hasilnya nanti akan digunakan untuk melakukan pemetaan kebugaran pekerja. Jika kami mengetahui petanya, kami bisa merancang program pembinaan atau intervensi kesehatan yang lebih tepat sasaran bagi setiap individu,” tambahnya.
Program ini wajib diikuti oleh seluruh pekerja organik KAI Daop 9 yang telah memiliki hasil Medical Check-Up (MCU) atau pendalaman MCU tahun 2025 dengan kategori sehat (nilai A atau nilai B).
Untuk memastikan hasil pemeriksaan yang akurat dan optimal, KAI Daop 9 Jember juga mengimbau para pekerja yang akan mengikuti tes untuk melakukan persiapan yang baik.
“Kami meminta rekan-rekan pekerja untuk istirahat (tidur malam) yang cukup minimal 7 jam sebelum tes, menggunakan pakaian yang nyaman untuk beraktivitas fisik, serta makan dan minum secukupnya. Persiapan sederhana ini sangat penting agar kami mendapatkan gambaran kondisi fisik mereka yang sesungguhnya,” tutup Cahyo.
Melalui program ini, KAI Daop 9 Jember menegaskan komitmennya untuk tidak hanya berfokus pada sarana, tetapi juga pada sumber daya manusia yang andal dan bugar, demi terciptanya ekosistem perjalanan kereta api yang humanis, selamat, dan nyaman.


Leave a Reply