radiovisfm.com – Dari hasil otopsi medis, mayat bayi berjenis kelamin laki-laki yang ditemukan mengapung di aliran sungai di kawasan Desa Kembiritan, Kecamatan Genteng, Banyuwangi diduga baru 2 hari dilahirkan lalu dibuang.
Mayat bayi malang tersebut ditemukan warga diantara tumpukan sampah di aliran sungai masuk Dusun Krajan I pada Selasa sore (21/04/2026).
Dalam keterangan persnya, Rabu (22/04/2026), Kasat Reskrim Polresta Banyuwangi Kompol Lanang Teguh Pambudi mengatakan, usai di evakuasi, kepolisian melakukan otopsi terhadap mayat bayi laki-laki tersebut di RSUD Blambangan Banyuwangi dan hingga kini masih menunggu hasilnya.
“Apabila dilihat dari kondisinya saat pertama ditemukan, diduga bayi itu baru dilahirkan 1 hingga 2 hari yang kemudian dibuang di aliran sungai. Dari pemeriksaan awal tim medis, tidak ditemukan adanya kerusakan pada tubuh bayi,” terang Kompol Lanang.
“Kemungkinan proses kelahiran si bayi tak dilakukan oleh ahlinya,” imbuhnya.
Sebelumnya, di wilayah Kecamatan Srono, Banyuwangi juga ditemukan sesosok mayat bayi. Menanggapi hal ini, Kompol Lanang menghimbau masyarakat Banyuwangi untuk segera melaporkan ke pihak kepolisian ataupun aparat desa setempat, apabila melihat ada warga yang sebelumnya terlihat hamil namun tiba-tiba bayinya tidak ada.
Sementara itu, Kanit Reskrim Polsek Genteng, Banyuwangi Ipda Sujarwadi membenarkan perihal penemuan mayat bayi tersebut.
“Pertama kali ditemukan, posisi bayi tengkurap dan masih terdapat tali pusarnya serta tak memakai baju,” ungkap Ipda Sujarwadi.
Awalnya, pada hari Selasa, tanggal 21 April 2026 sekira Pukul 17.00 WIB, polsek Genteng mendapati laporan dari masyarakat bahwa ada temuan mayat bayi di Sungai masuk Dusun Krajan I, Desa Kembiritan, Kecamatan Genteng, Kabupaten Banyuwangi .
Ipda Sujarwadi menjelaskan, sekira pukul 16.30 Wib ada salah satu warga atas nama Ferdi (14), sewaktu pulang dari memancing dan hendak pulang melewati pinggir sungai melihat ada sesosok mayat bayi di sungak. Kemudian dia langsung menghubungi Wakasitu, ketua RT setempat. Selang beberapa lama, Ketua RT tersebut melaporkan kepada kepala dusun dan diteruskan ke Polsek Genteng.
“Kami bersama 5 anggota mendatangi TKP. Selanjutnya bersama warga, mengevakuasi dan membawa korban ke RSUD Blambangan untuk dilakukan otopsi,” terangnya
Lebih lanjut Ipda Sujarwadi mengatakan, langkah selanjutnya yang dilakukan adalah melakukan pengembangan penyidikan untuk mengungkap pelaku yang tega membuang bayinya ke sungai tersebut.
Hingga kini, mayat bayi laki laki tersebut masih berada di kamar mayat RSUD Blambangan Banyuwangi.
