radiovisfm.com – Tiga orang Warga Negara Asing (WNA) asal Thailand diduga jadi korban penipuan jual beli tokek Jenis emas dengan transaksi hingga Milyaran rupiah. Hal tersebut terungkap saat ketiga WNA ini berkeliling di Dusun Sarongan menggunakan taxi yang dibawa dari Surabaya.
Warga Desa Sarongan, Kecamatan Pesanggaran, Banyuwangi Rendra Bayu Alwana (47) mengaku curiga setelah melihat mobil asing bolak-balik di jalan desa nya, ia pun berinisiatif untuk memberhentikan taxi tersebut dan menanyakan kendala yang dihadapi. Rendra hawatir kendaraan tersebut mengangkut wisatawan dan tersesat.
“Saya kira turis yang tersesat setelah wisata di sukamade. Setelah saya tanya kok ternyata mau cari yang namanya Ali katanya mau membeli tokeknya itu tokek emas. Harga satunya itu 1 Milliar dan ada 2 katanya,” terang Rendra.
Mendapati fakta bahwa ada 3 warga asing nyaris tertipu, Rendra tak ingin nama kampungnya tercemar. Ia pun berinisiatif untuk menelpon terduga penipu yang mengaku sebagai warga Sukamade. Dengan menggunakan nomor salah seorang WNA yang akan bertransaksi, Rendra menjadi perantara komunikasi dengan terduga penipu yang disebut bernama Ali.
“Dengan bahasa yang saya translate Google translate itu langsung saya bilang kalau sampeyan percaya dengan saya coba telepon orangnya saya yang akan bicara karena wilayah dusun sukamade termasuk desa Sarongan jadi saya sebagai warga Sarongan malu kalau ini ada penipuan apalagi korbannya orang asing,” tegas Rendra.
Meski sempat dituding sebagai warga lokal yang membela orang asing, Rendra tak gentar. Ia menantang terduga penipu tersebut untuk membuka komunikasi dengan vidio serta menunjukkan barang yang disebut tokek emas. Rendra pun sempat akan mentransfer uang sebesar Rp. 500.000 dan meminta pelaku untuk membawa tokek ke Dusun Sarongan yang berjarak sekitar 3 jam dari Sukamade. Namun, pelaku menolak dan memaksa untuk mentransfer uang senilai Rp. 2 Milliar.
“Saya sempat bilang negoisasi juga saya kasih transfer 500.000 sampeyan ke sini nanti sampeyan langsung ketemu dengan ini tapi dia malah minta ditransfer uangnya terus saya bilang saya gak akan transfer langsung aja ke sini ini uang ada di tangan saya tapi dia tak tanya juga siapa kepala dusun Sukamade kenal enggak dan katanya dia tidak tau,” kisah Rendra menceritakan peristiwa yang terjadi pada Selasa (14/4/2026) kemarin tersebut.
Setelah menutup komunikasi sekitar 15 menit, untuk meyakinkan ketiga WNA yang memaksa tetap mentransfer seluruh uangnya pada pelaku, Rendra kembali menghubungi Ali yang mengaku sebagai penjual tokek, namun nomor sudah tidak aktif dan tidak bisa dihubungi kembali. Setelah dipertemukan dengan kepala dusun Sukamade, ketiga korban baru yakin bahwa mereka adalah korban penipuan.
Rendra tidak tahu pasti dari mana ketiga WNA tersebut mengenal terduga pelaku. Namun, ketiganya mengaku baru pertama kali ke Indonesia dan berani datang ke tanah air lantaran tergiur tawaran barang berupa tokek emas sepanjang hampir 45 Centimeter dari Sukamade.
“Selama ini saya tidak pernah tahu ada tokek emas disini, jangankan yang Milliar an atau ratusan juta harganya, yang 1 juta saja gak ada,” tegas Rendra.
Sementara itu, Kapolresta Banyuwangi Kombes Pol Rofiq Ripto Himawan mengapresiasi upaya Rendra yang berhasil menggagalkan penipuan berkedok pembelian Tokek Emas dengan korban WNA.
“Mas Rendra ini harus dicontoh oleh warga lainnya, yang perduli terhadap kondisi di kampungnya. Ada gelagat yang gak beres langsung di selidiki,” terang Kapolresta.
Sebagai apresiasi, Kapolresta secara khusus memberikan apresiasi berupa piagam penghargaan kepada Rendra.
Saat ini ketiga WNA telah kembali ke Thailand melalui Bandara Internasional Juanda usai menginap semalam di Desa Sarongan.
