Viral Video Goyang Erotis di Panggung Peringatan Isra Mi’raj, Ini Klarifikasi Panitia

radiovisfm.com – Sebuah video saat seorang biduan berjoget erotis dalam acara peringatan Isra Mi’raj di kawasan Kecamatan Songgon, Banyuwangi viral di media sosial dan pihak panitia mengaku hiburan itu berlangsung setelah acara inti selesai.

Dalam video tersebut juga terlihat, tidak hanya berjoget, biduan yang memang diundang panitia itu juga menggunakan pakaian sexy saat bernyanyi di atas panggung.

Dengan gerakan erotis, aksi penyanyi berbaju hitam ini sangat kontras dengan latar belakang panggung peringatan Isra Mi’raj yang diiringi pemusik berpakaian cukup agamis. Sementara di sisi panggung bagian kiri, ada satu penyanyi lainnya sedang duduk santai menunggu giliran bernyanyi. Penyanyi yang satu inipun mengenakan pakaian terbuka.

Warga yang menyaksikan acara ini depan panggung tampak menikmati sajian music. Tidak ada yang protes dan terkesan membiarkan panggung peringatan Isra Mi’raj dijadikan panggung hiburan musik. Bahkan, ada salah satu warga yang ikut naik ke atas panggung untuk berjoget bersama biduan.

Setelah ditelusuri, peristiwa dalamn video ini terjadi di Desa Parangharjo, Kecamatan Songgon, Banyuwangi. Video inipun mendapat berbagai komentar negative dari warga. Bahkan tidak sedikit warga yang mengecam aksi joget erotis di acara peringatan Isra Mi’raj tersebut. Menurut mereka, aksi ini tidak pantas yang dinilai jauh dari norma-norma agama.

Usai viral di media sosial, Kapolsek Songgon, Banyuwangi AKP Puji Wahyono memanggil pihak panitia acara peringatan Isra Mi’raj tersebut untuk datang ke Mapolsek Songgon guna dimintai keterangannya. Dalam keterangannya, panitia membenarkan bahwa aksi biduan berjoget dipanggung peringatan Isra Mi’raj tersebut memang terjadi.

“Saya dari panitia membenarkan kalau itu memang terjadi di panggung peringatan Isra Mi’raj. Tapi kegiatan ini berlangsung usai acara inti Isra Mi’raj dilaksanakan. Ini hanya sebagai hiburan bagi panitia saat melakukan bersih-bersih usai acara Isra Mi’raj. Seluruh undangan serta pemuka agama yang mengisi tausiah diakui panitia sudah tidak ada di lokasi,” terang panitia dalam video klarifikasinya.

Lantaran mendapat kecaman dari warga, panitia langsung menyampaikan permohonan maaf melalui video klarifikasinya saat berada di Mapolsek Songgon, Banyuwangi.

Leave a Reply

Your email address will not be published.