radiovisfm.com – Satreskrim Polresta Banyuwangi telah mengamankan 15 anak punk terkait kasus pengeroyokan yang menyebabkan seorang warga Desa Ketapang, Kecamatan Kalipuro Banyuwangi meninggal dunia. Dan dua dari 15 anak punk tersebut ditetapkan sebagai tersangka.
Korban bernama Yoseph Bachtiar Irawan (46).
Wakasatreskrim Polresta Banyuwangi AKP Didik Hariono mengatakan, polisi awalnya mengamankan 14 anak punk di wilayah Kabupaten Situbondo beberapa saat setelah kejadian, Rabu (4/2/2025) tengah malam kemarin. Mereka kemudian digelandang ke Mapolresta Banyuwangi untuk diperiksa.
“Hasil pemeriksaan yang digelar secara marathon itu menunjukkan, tak seluruh gerombolan anak punk yang ada di lokasi menganiaya korban,” terang AKP Didik.
Dari 14 anak punk yang diamankan malam itu, hanya satu yang merupakan terduga pelaku penganiayaan yakni berinisial CJ (17) warga Surabaya. Sementara sisanya adalah saksi.
“Semalam kami kembali berhasil mengamankan satu tersangka, juga di wilayah Kabupaten Situbondo berinisial LW (19) warga Surabaya. Jadi total tersangka yang sudah kami amankan sebanyak dua orang,” terang AKP Didik.
AKP Didik menyebut, para tersangka dan gerombolannya sempat berusaha melarikan diri ke arah barat setelah mengeroyok korban. Mayoritas dari mereka berasal dari Surabaya. Saat kejadian, mereka dalam perjalanan menuju Bali dengan cara nggandol atau menumpang truk yang lewat.
Hasil pemeriksaan polisi menunjukkan, para tersangka mengeroyok korban dengan dua cara. Yakni memukuli dengan tangan kosong dan mengepruk kepala korban dengan alat ukulele.
“Terkait barang bukti ini, semua sudah kami sita. Termasuk juga pakaian korban yang dikenakan saat kejadian,” imbuh AKP Didik.
Belasan anak punk mengeroyok seorang warga Desa Ketapang, Kecamatan Kalipuro, Kabupaten Banyuwangi hingga tewas, Rabu (4/2/2025) malam. Korban tewas setelah mendapat perawatan di RSUD Blambangan Banyuwangi.
Pengeroyokan terjadi di pinggir Jalan Raya Situbondo-Banyuwangi sekitar pukul 21.00 WIB. Korban pengeroyokan diketahui bernama Yoseph Bachtiar Irawan (46).
Sebelum pengeroyokan terjadi, korban tengah berada di kediamannya yang berada tepat di pinggir jalan raya. Kemudian ada tiga anak punk yang mengamen di rumah sebelah. Setelah itu, berpindah ke rumah korban. Entah apa yang terjadi, anak punk tersebut kemudian terlibat cekcok dengan korban. Ketiga anak punk tersebut kemudian lari dan dikejar oleh korban. Warga sekitar tidak ada yang mengetahui secara pasti juga penyebabnya. Kejar-kejaran itu terjadi hingga lebih dari 100 meter ke arah selatan.
Di lokasi pengejaran itu, tiga anak punk ternyata telah berkumpul dengan balasan kawan mereka. Di pinggir jalan itu, korban dianiaya secara brutal. Ketika beberapa orang warga datang mendekat, para anak punk lari meninggalkan lokasi.
Para anak punk tersebut sempat dilihat oleh warga menggandol atau menumpang truk yang lewat. Mereka meninggalkan lokasi ke arah utara. Salah satu warga yang berada di lokasi sempat melihat anak punk tersebut pergi dengan gaya mengejek ke arah korban. Sementara korban dalam kondisi ambruk tak berdaya.
Oleh warga, korban kemudian dilarikan ke rumah sakit. Ia mengalami luka-luka parah di kepala. Korban juga sempat muntah-muntah. Satu jam kemudian korban meninggal dunia setelah mendapat perawatan medis.

Leave a Reply