Sosok Alicia Ouborg, Model Muda Banyuwangi yang Sukses Bawa Baki Penurunan Bendera HUT ke-81 RI

radiovisfm.com – Upacara peringatan Hari Ulang Tahun (HUT) ke-81 Kemerdekaan Republik Indonesia di Kabupaten Banyuwangi berlangsung meriah dan penuh hikmat. Ribuan warga memadati area upacara untuk menyaksikan momen bersejarah tahunan di Taman Blambangan, Banyuwangi.

Atmosfer kemeriahan makin terasa saat prosesi penurunan bendera Sang Merah Putih digelar pada sore hari. Ribuan pasang mata yang hadir di lokasi tak henti-hentinya memandang takjub ke arah deretan pasukan pengibar bendera.

Di antara barisan Paskibraka yang bertugas, sosok pembawa baki bendera sukses menyedot perhatian publik. Penampilannya yang anggun, tegas, dan tenang membuat suasana penurunan bendera menjadi sangat berkesan.

Sosok berprestasi tersebut adalah Alicia Alexandra Lyanne Ouborg. Siswi kelas 11 SMAN 1 Rogojampi ini dipercaya mengemban amanah krusial sebagai pembawa baki pada prosesi sakral tersebut.

Gadis asal Kecamatan Singojuruh, Banyuwangi ini tampil memukau tanpa ragu sedikit pun sepanjang menjalankan tugasnya. Keberhasilannya menjalankan amanah tersebut langsung memancing apresiasi dari jajaran pejabat dan seluruh peserta upacara.

Dibalik kesuksesannya di lapangan, Alicia mengungkapkan motivasi utamanya bergabung dengan anggota Paskibraka. Keinginan terbesar dalam hatinya adalah membuat kedua orang tuanya bangga.

“Salah satu alasan terbesar saya ikut Paskibraka adalah ingin membanggakan Mama Mufliha, Abi Achmad Habiby dan Almarhum Papa Erwin Ouborg, ,” ujar Alicia usai menjalankan tugasnya. Senin, (17/8/2026).

Perjalanan Alicia untuk mencapai posisi ini tentu tidak dilalui dengan mudah. Ia mengaku sempat mengalami kebingungan di awal masa seleksi dan pemusatan latihan.

Saat pertama kali dinyatakan lolos, ia sempat tidak tahu pasti mengenai persiapan apa saja yang harus dilakukan. Berbagai barang bawaan serta kedisiplinan tinggi sempat membuatnya ragu.

“Di awal saya sempat sangat bingung apa saja yang perlu dibawa dan persiapan apa yang harus dilakukan. Tapi seiring berjalannya waktu, semua bisa terlewati,” ungkapnya.

Keraguan tersebut sirna setelah Alicia menjalani masa karantina. Di sana, ia menyadari bahwa Paskibraka bukan sekadar belajar baris-berbaris, melainkan tempat pembentukan karakter dan mental.

“Di karantina tujuannya bukan hanya mempelajari baris-berbaris, tetapi kami juga diberikan pendidikan dan pelatihan kebangsaan yang sangat berharga,” tambahnya.

Rasa bangga dan haru tak bisa disembunyikan Alicia saat dipercaya membawa baki bendera pada momen penurunan Sang Merah Putih, 17 Agustus 2026. Kesempatan emas tersebut diakuinya sebagai pengalaman paling berkesan dalam hidupnya.

“Saya sangat bahagia bisa diberi kesempatan luar biasa untuk menjadi pembawa baki pada saat penurunan bendera 17 Agustus 2026,” tuturnya penuh haru.

Usai menjalankan tugasnya dengan sukses, Alicia menyelipkan harapan mendalam bagi masyarakat serta pemimpin daerah Kabupaten Banyuwangi. Ia berharap kerja keras timnya dapat memberikan hasil terbaik.

“Semoga masyarakat Banyuwangi serta Ibu Bupati bisa bangga melihat penampilan dan perjuangan Paskibraka tahun 2026 ini,” harap Alicia.

Selain bersinar di bidang Paskibraka, Alicia ternyata memiliki beragam talenta lain yang tak kalah membanggakan. Ia dikenal sangat aktif dalam kegiatan modelling. Salah satunya ia pernah meraih Winner Putri Wisata Remaja Indonesia 2023 tingkat Nasional.

Tak hanya itu, ia juga terjun di dunia fashion di Banyuwangi. Bahkan pada bulan Juli lalu, Alicia turut memeriahkan parade etnik budaya bergengsi Banyuwangi Ethno Carnival (BEC) 2026. Dalam ajang yang masuk dalam Karisma Event Nusantara (KEN) 2026 milik Kementerian Pariwisata RI tersebut, ia tampil menawan membawakan sub-tema VOC dan Sekutu.