radiovisfm.com – PT Jasa Raharja melakukan verifikasi terhadap data korban meninggal dunia dalam insiden tenggelamnya KMP Tunu Pratama Jaya di perairan Selat Bali.
Plt. Direktur Utama PT Jasa Raharja, Rubi Handojo mengatakan, proses ini menjadi bagian penting sebelum santunan disalurkan kepada ahli waris. Jasa Raharja memastikan akan memberikan hak santunan kepada seluruh korban yang memenuhi ketentuan.
“Santunan akan diberikan bagi keluarga korban meninggal dunia yang telah melengkapi syarat administrasi, salah satunya surat rekomendasi dari pihak berwenang,” terang Rudi.
Ia menjelaskan, surat rekomendasi dimaksud dapat berasal dari instansi seperti ASDP, pemerintah daerah, atau KSOP, sebagai bukti resmi bahwa yang bersangkutan adalah korban dalam kecelakaan laut tersebut.
Yang menerangkan bahwa bersangkutan adalah korban meninggal kapal tenggelam KMP Tunu Pratama Jaya.
Selain itu, Jasa Raharja juga akan mencocokkan data korban melalui Dinas Kependudukan dan Pencatatan Sipil (Dukcapil) setempat. Tujuannya untuk memastikan keabsahan hubungan keluarga sebagai dasar penyaluran santunan.
“Nantinya kalau datanya sudah cocok, santunan bagi keluarga korban meninggal dunia akan kami berikan, masing-masing Rp50 juta,” tutur Rudi.
Tidak hanya untuk korban meninggal, Jasa Raharja juga akan menanggung biaya pengobatan bagi korban selamat yang menjalani perawatan medis.
“Korban luka juga akan kami biayai sesuai dengan tagihan dari pihak rumah sakit,” imbuh Rudi.
Sesuai data manifest, KMP Tunu Pratama Jaya mengangkut 65 orang saat tenggelam pada Rabu (2/7/2025).
Hari keenam pencarian pada Selasa (8/7/2025), tim SAR kembali temukan dua jenazah di perairan Sembulungan Pantai Muncar, Banyuwangi yang diduga korban KMP Tunu Pratama Jaya. Setelah sebelumnya, 1 jenazah laki-laki ditemukan yang teridentifikasi atas nama I Kadek Oka (52) warga Desa Banjarangkan, Kecamatan Banjarangkan, Kabupaten Klungkung, Provinsi Bali, yang ditemukan di Selat Bali.
Juga satu jenazah yang ditemukan di kawasan Pantai Muncar, teridentifikasi nama Daniar Nadief Inzaki, laki-laki berusia 21 tahun, warga Dusun Gunungsari, Desa Sumbergondo, Kecamatan Glenmore, Kabupaten Banyuwangi.
Sehingga total sampai saat ini, jumlah penumpang KMP Tunu Pratama Jaya yang ditemukan meninggal dunia sebanyak 10 orang. Sedangkan penumpang selamat 30 orang. Masih ada 25 orang yang belum ditemukan.

Leave a Reply