radiovisfm.com – Tim DVI Polda Jawa Timur kembali berhasil mengindentifikasi satu jenazah korban tenggelamnya KMP Tunu Pratama Jaya di perairan Selat Bali pada 2 Juli 2025 lalu, setelah sebelumnya berada di kamar mayat RSUD Blambangan Banyuwangi lebih dari 1 bulan.
Jenazah tersebut merupakan korban ke 44 yang teridentifikasi berjenis kelamin perempuan atas nama Siti Nurhasanah (47), warga Jalan Suprayitno Kecamatan Arjasa, Kabupaten Jember.
Dalam keterangan persnya, Kaurkes Kamtibmas Subditpol Bidokkes Polda Jawa Timur, Kompol Naf’an menyampaikan bahwa, korban di temukan di perairan Pantai Plengkung Kecamatan Tegaldlimo, Banyuwangi pada hari Kamis, 10 Juli 2025.
“Identifikasi korban menggunakan metode sesuai pedoman Interpol yang tidak terbantahkan. Proses identifikasi dilakukan melalui data primer berupa profiling DNA dan data sekunder, seperti rekam medis serta barang pribadi korban,” papar Kompol Naf’an.
“Proses identifikasi ini melibatkan kolaborasi Bidokkes Polda Jawa Timur, Pusdokes Polri, Rumah Sakit Bhayangkara di Jawa Timur, Sidokkes Polresta Banyuwangi, tim identifikasi Polda Jawa Timur dan Polresta Banyuwangi, RSUD Blambangan Banyuwangi serta Dinas Kesehatan Banyuwangi,” ujarnya.
Berdasarkan data yang ada, total ada 49 korban tenggelamnya KMP Tunu Pratama Jaya yang berhasil ditemukan. Sebanyak 30 korban ditemukan selamat dan 19 ditemukan meninggal dunia.
Sementara itu, setelah proses selesai, jenazah diserahkan kepada pihak keluarga disertai sertifikasi identifikasi, property korban dan surat kematian dari RSUD Blambangan Banyuwangi.
Proses penyerahan dilakukan langsung oleh Kasat Binmas Polresta Banyuwangi Kompol Toni Irawan guna memastikan kelancaran dan memberikan dukungan kepada keluarga korban. Dengan diserahkannya korban ke 44 ini, maka sudah tidak ada lagi jenazah korban tenggelamnya KMP Tunu Pratama Jaya yang berada di kamar mayat RSUD Blambangan Banyuwangi.
Sementara itu, Bagus, yang mewakili keluarga korban ke 44 mengatakan, sebelum kejadian, korban ikut bersama Rahmat, suaminya menghantarkan barang berupa jagung dari Jember ke Bali.
Memang selama ini, Rahmat berprofesi sebagai sopir truk yang sering mengirim barang ke pulau Bali. Sementara Bagus sendiri merupakan juragan sekaligus pemilik kendaraan yang dikemudikan oleh Rahmat.
“Kami bersyukur korban berhasil ditemukan. Sampai saat ini, Rahmat suami korban masih belum ditemukan. Pihak keluarga pasrah menerima kenyataan ini,” terang Bagus.

Leave a Reply