radiovisfm.com – Ketika suhu udara meningkat dan cuaca menjadi lebih ekstrem, perhatian terhadap perjalanan kereta api tidak hanya tertuju pada kondisi sarana dan pelayanan di stasiun. Di sepanjang jalur rel, terdapat personel yang terus memastikan prasarana tetap dalam kondisi aman dan andal untuk dilalui perjalanan kereta api.
Bagi KAI Daop 9 Jember, menjaga keandalan jalur rel berarti memastikan setiap bagian konstruksi jalan rel mampu menghadapi berbagai kondisi, termasuk perubahan cuaca. Salah satu potensi yang menjadi perhatian saat terjadi cuaca panas ekstrem adalah perubahan kondisi rel akibat pemuaian yang dapat meningkatkan gaya tekan pada batang rel. Dalam kondisi tertentu, hal tersebut berpotensi menyebabkan anomali berupa rel spaten atau liukan.
Namun, hingga 2025 dan 2026, KAI Daop 9 Jember tidak mencatat adanya gangguan rel spaten. Kondisi tersebut tidak terlepas dari pemeriksaan dan perawatan prasarana yang dilakukan secara berkala maupun pemeriksaan tambahan dengan mempertimbangkan perubahan kondisi cuaca.
Manager Hukum dan Humas KAI Daop 9 Jember, Cahyo Widiantoro, mengatakan bahwa pemeriksaan prasarana merupakan bagian penting dari upaya KAI memastikan perjalanan kereta api tetap aman, terutama ketika terdapat kondisi cuaca yang membutuhkan kewaspadaan lebih.
“Ketika terjadi perubahan cuaca, termasuk peningkatan suhu yang cukup tinggi, kami meningkatkan kewaspadaan terhadap kondisi jalan rel. Pemeriksaan dilakukan untuk mendeteksi sedini mungkin apabila terdapat perubahan atau anomali pada prasarana, sehingga dapat segera ditindaklanjuti sebelum berkembang menjadi gangguan perjalanan,” ujar Cahyo.
Di wilayah Daop 9 Jember, pengawasan tersebut dilakukan pada lintas raya sepanjang 261,103 kilometer spoor (kmsp). Pemeriksaan dilaksanakan oleh tenaga pemeriksa dan perawatan prasarana yang memiliki kompetensi sesuai bidangnya dan dibuktikan dengan sertifikasi.
Pemeriksaan jalan rel dilakukan secara berkala dengan frekuensi dua kali dalam 24 jam oleh Petugas Pemeriksa Jalan rel (PPJ) dan Kendaraan Pemeriksa Jalan KA (KPJ). Salah satu metode pemeriksaan dilakukan dengan berjalan kaki, sehingga petugas dapat mengamati kondisi rel secara langsung dan lebih detail. Pemeriksaan mencakup kondisi rel, bantalan, balas, sistem penambat, sambungan rel, badan jalan, hingga konstruksi slab atau plinth pada lokasi tertentu.
Sedangkan pemeriksaan yang menggunakan KPJ dilakukan dengan kecepatan sekitar 20 hingga 40 kilometer per jam, dengan tetap mematuhi semboyan yang berlaku. Pemeriksaan menggunakan KPJ dilakukan oleh sedikitnya dua tenaga pemeriksa dan dapat mencakup lintasan sekitar 20 hingga 50 kilometer dalam satu kali pemeriksaan, menyesuaikan kebutuhan.
Untuk mendukung pemeriksaan, terdapat 25 tenaga pemeriksa jalur kereta api (KPJ) yang tersebar di seluruh wilayah Daop 9 Jember. Sementara untuk petak Bangil–Pasuruan, terdapat dua personel pemeriksa jalan dan jembatan (PPJ) yang mendukung kegiatan pemeriksaan prasarana.
Cahyo menjelaskan, pemeriksaan tidak hanya dilakukan secara rutin berdasarkan siklus yang telah ditetapkan, tetapi juga dapat dilakukan secara random dengan mempertimbangkan kondisi lapangan, termasuk perubahan cuaca.
“Prinsip kami adalah memastikan setiap potensi gangguan dapat ditemukan sedini mungkin. Karena itu, ketika kondisi cuaca berubah secara ekstrem, pemeriksaan dapat ditingkatkan dengan memperhatikan lokasi dan karakteristik jalur yang memiliki tingkat kewaspadaan lebih tinggi,” jelasnya.
Mitigasi juga dilakukan dengan memastikan konstruksi jalan rel tetap mampu menahan gaya lateral atau gaya ke samping. Salah satunya melalui pemeliharaan dan penambahan balas pada bahu balas apabila diperlukan. Balas yang berada di sisi bantalan berperan membantu menjaga kestabilan posisi rel, termasuk terhadap gaya ke samping.
Selain itu, apabila ditemukan cacat pada permukaan rel yang dapat menimbulkan hentakan roda kereta api, dilakukan tindakan seperti penggerindaan rel untuk mengembalikan kondisi permukaan rel sehingga perjalanan kereta api dapat berlangsung lebih nyaman dan aman.
“Perawatan tidak hanya dilakukan ketika terjadi gangguan. Justru yang kami utamakan adalah menjaga kondisi konstruksi jalan rel agar tetap sesuai dengan standar dan ketentuan yang berlaku. Apabila ditemukan kondisi yang memerlukan penanganan, petugas akan melakukan perbaikan dan mengembalikan konstruksi jalan rel sesuai ketentuan Peraturan Dinas,” kata Cahyo.
Selain mengantisipasi dampak cuaca panas, KAI Daop 9 Jember juga melakukan mitigasi pada sejumlah daerah yang memiliki karakteristik khusus atau daerah pengawasan khusus (dapsus).
Beberapa di antaranya adalah Jembatan/BH 298 pada km 65+918 petak Pasuruan–Rogojampi yang memiliki potensi terdampak banjir. Mitigasi jangka pendek dilakukan melalui pemasangan proteksi jembatan serta pemeliharaan rutin sesuai kondisi. Dalam jangka panjang, telah disiapkan rencana pengangkatan jembatan.
Pada km 76+0/8 petak Rejoso–Grati, badan jalan memiliki potensi mengalami amblesan. Untuk mengantisipasinya, dilakukan penanganan berupa pemasangan dinding penahan tanah serta perbaikan berm guna menjaga kestabilan badan jalan.
Sementara itu, jembatan/Bangunan Hikmat (BH) 93 km 18+670 di emplasemen Ketapang memiliki potensi luapan air saat banjir akibat sedimentasi. Mitigasinya dilakukan melalui pengerukan secara berkala sebanyak dua kali dalam setahun serta pemeliharaan rutin sesuai kondisi lapangan.
Perhatian juga diberikan pada bangunan jembatan yang memiliki usia lebih dari 120 tahun, yakni BH 129A km 25+549 petak Garahan–Mrawan dan BH 152A km 30+777 petak Mrawan–Kalibaru. Pada kedua bangunan tersebut telah dilakukan kajian kondisi bangunan, penyusunan Detail Engineering Design (DED), serta pemeliharaan rutin sesuai kebutuhan.
Berbagai langkah tersebut menunjukkan bahwa menjaga keselamatan perjalanan kereta api tidak hanya dilakukan melalui respons ketika gangguan terjadi. KAI menerapkan pendekatan preventif dan prediktif, dengan memantau kondisi prasarana, mengenali potensi risikonya, kemudian melakukan tindakan sesuai tingkat kebutuhan.
“Tidak adanya gangguan rel spaten pada 2025 maupun 2026 bukan berarti kewaspadaan dapat dikurangi. Justru hal tersebut menjadi alasan bagi kami untuk terus mempertahankan pemeriksaan dan perawatan secara konsisten. Keselamatan perjalanan kereta api selalu menjadi prioritas,” tutup Cahyo.
KAI Daop 9 Jember memastikan seluruh langkah pemeriksaan dan perawatan dilakukan sebagai bagian dari komitmen untuk menjaga keandalan prasarana serta memberikan perjalanan kereta api yang aman, lancar, dan nyaman bagi masyarakat.
