radiovisfm.com – Tim DVI Polda Jawa Timur berhasil mengidentifikasi 2 dari 3 jenazah korban tragedi tenggelamnya KMP Tunu Pratama Jaya yang ditemukan di waktu yang hampir bersamaan pada Kamis (10/7/2025), yang salah satunya teridentifikasi Warga Negara Asing (WNA) asal Malaysia.
Dalam keterangan persnya di Post Mortem RSUD Blambangan Banyuwangi, Kasubdit Dokpol Polda Jawa Timur, AKBP Adam Bimantoro mengatakan, pihaknya mengidentifikasi 3 jenazah yang ditemukan di hari Kamis, yakni korban 43, 44 dan 45. Selain itu, juga mengidentifikasi 1 jenazah korban 41 yang sebelumnya tidak bisa diidentifikasi sebab kondisinya sudah mengalami pembusukan lanjut. Korban ditemukan di Pantai Pengambengan, Bali pada Rabu (9/7/2025).
“Setelah dilakukan identifikasi ulang, korban 41 teridentifikasi atas nama Novan Hardiansyah (15), warga Dusun Kunir RT 01 RW 01, Desa Singojuruh, Kecamatan Singojuruh, Banyuwangi berdasarkan medis dan properti barang kepemilikan,” papar AKBP Adam.
Selanjutnya, berdasarkan pemeriksaan medis gigi dan property barang kepemilikan, korban 43 terdeteksi atas nama Sofyan Wibowo, laki laki berusia 18 tahun warga Gumu RT 01 RW 02, Dusun Deli Susukan, Banjarnegara, Jawa Tengah. Jenazah ditemukan oleh nelayan di sekitar perairan Teluk Banyubiru, kawasan Taman Nasional Alas Purwo, Banyuwangi pada Rabu sore (9/7/2025) sekira pukul 16.23 WIB.
“Untuk korban ke 44 berjenis kelamin perempuan ditemukan oleh tim SAR gabungan di area Pantai Plengkung, Taman Nasional Alas Purwo Kecamatan Tegaldlimo, Banyuwangi pada Kamis (10/7/2025) sekira pukul 04.00 WIB. Namun kami belum berhasil mengidentifikasi korban karena data-datanya belum tercukupi. Apabila nantinya data belum juga terkumpul, maka akan dilakukan tes DNA,” papar AKBP Adam.
Selanjutnya korban 45 ditemukan oleh nelayan setempat di perairan Pantai Perancak Jembrana Bali pada Kamis (10/7/2025) sekira pukul 03.00 WITA. Korban memakai celana jeans biru, baju kotak-kotak warna hitam merah dan memakai sepatu covers.
AKBP Adam menyebut, berdasarkan gigi medis dan properti pendukung, korban 45 teridentifikasi bernama Fauzi bin Awang, laki-laki berusia 58 tahun warga Kampung Pangkalan Mars Mangaba, Kuala Terengganu, Malaysia.
“Ini juga diperkuat oleh primer dari gigi dan property pendukung yang melekat pada jenazah, seperti dompet yang berisi identitas jenazah serta pakaian yang digunakan dalam foto-foto dinilai identik,” terangnya.
Setelah berhasil teridentifikasi, keluarga dari masing-masing jenazah menerima pelimpahan dari Tim DVI dan Pemkab Banyuwangi serta kepolisian. Untuk jenazah korban 41 langsung di bawa ke rumah duka menggunakan ambulance dikawal orang tuanya.
Sedangkan jenazah korban 43 dijemput oleh keluarga bapaknya untuk di makamkan di kampung halaman bapaknya di kawasan Kabupaten Jember meskipun KTP nya tercatat sebagai warga Banjarnegara, Jawa Tengah. Saat kejadian, korban 43 ini ikut mengendarai tronton bersama bapaknya mengirim ke Bali. Hingga saat ini, bapak korban belum diketemukan.
Sementara untuk korban 45 yang merupakan WNA Malaysia, rencananya dimakamkan di kampung halaman istrinya di kawasan Kecamatan Gambiran, Banyuwangi.
Hal itu diperkuat dari keterangan pihak Imigrasi yang mengatakan bahwa korban pernah berwasiat kepada istrinya, apabila dirinya meninggal dunia diminta untuk di makamkan di kampung halaman istrinya.


Leave a Reply