WNA Malaysia Korban Tragedy KMP Tunu Pratama Jaya Dimakamkan di Banyuwangi

radiovsifm.com – Jenazah korban tragedy tenggelamnya KMP Tunu Pratama Jaya yang merupakan Warga Negara Asing (WNA) asal Malaysia dimakamkan di kampung halaman istri keduanya di kawasan Dusun Lidah, Desa Yosomulyo, Kecamatan Gambiran, Banyuwangi, atas kesepakatan  keluarga serta sesuai wasiat yang pernah disampaikan oleh korban.

Korban bernama Fauzi bin Awang, laki-laki usia 58 tahun tercatat sebagai warga Kampung Pangkalan Mars Mangaba, Kuala Terengganu, Malaysia sesuai paspor yang ditemukan dialam dompetnya.

Fauzi merupakan korban 45 yang ditemukan oleh nelayan setempat di perairan Pantai Perancak Jembrana Bali pada Kamis (10/7/2025) sekira pukul 03.00 WITA. Korban memakai celana jeans biru, baju kotak-kotak warna hitam merah dan memakai sepatu covers.

Hasil identifikasi tim DVI Polda Jawa Timur, identitas korban diketahui berdasarkan gigi medis dan properti pendukung yang melekat pada jenazah, seperti dompet yang berisi identitas jenazah serta pakaian yang digunakan identik dengan foto-foto yang ditunjukkan istrinya.

“Jenazah korban telah kami serahterimakan kepada pihak keluarga setelah satu hari berada di kamar mayat RSUD Blambangan Banyuwangi,” kata Kapolresta Banyuwangi Kombes Pol Rama Samtama Putra.

Menurutnya, istri pertama dan anak-anaknya baru datang dari Malaysia yang dilanjutkan dengan komunikasi dan koordinasi. Disepakati, jenazah almarhum dimakamkan di kampung halaman istri keduanya di kawasan Dusun Lidah, Desa Yosomulyo, Kecamatan Gambiran, Banyuwangi.

“Tadi saya sudah berkomunikasi dengan pihak Kementrian Luar Negeri serta berkoordinasi dengan Kedutaan Besar Malaysia. Pada dasarnya, Kedutaan Besar Malaysia tidak mempermasalahkan terkait lokasi pemakaman almarhum. Selain itu, hal ini juga berdasarkan wasiat dari almarhum kepada keluarga yang ada di Malaysia bahwa apabila dirinya meninggal dunia bisa dimakamkan di kampung halaman istri keduanya di Banyuwangi,” papar Kapolresta.

Diinformasikan, korban menikah dengan istri pertamanya yang merupakan warga Banyuwangi hingga dikaruniai beberapa orang putri. Mereka pun tinggal dan menjadi WNA Malaysia. Diduga karena ada permasalahan, rumah tangga retak dan mereka bercerai. Istri pertama dan anak korban tinggal di Malaysia.

Sementara korban menikah lagi dengan wanita asal Banyuwangi juga dan tinggal di Dusun Lidah, Desa Yosomulyo, Kecamatan Gambiran, Banyuwangi. Namun korban masih tercatat sebagai WNA Malaysia sesuai dengan paspor dan kartu identitasnya.

Saat kejadian, korban hendak pulang ke Malaysia dengan penerbangan melalui Bandara Ngurah Rai Denpasar Bali.

Leave a Reply

Your email address will not be published.