radiovisfm.com – Aston Banyuwangi menggelar simulasi kebakaran pada Kamis (15/10). Simulasi ini digelar rutin setiap tahun sekali untuk menguji kesiapsiagaan Emergency Rescue Team dan staf hotel dalam menghadapi situasi darurat.
Dalam simulasi ini, skenarionya terjadi korsleting listrik di kamar 501 lantai 5. Korsleting memicu kebakaran dari kamar itu. Dua korban berada di dalam kamar, masing-masing mengalami sesak napas dan tidak sadarkan diri
Terlihat kepulan asap putih keluar dari dalam kamar. Alarm darurat berbunyi, serentak seluruh staf hotel berhamburan keluar, sementara petugas rescue hotel melakukan evakuasi korban.
Tim internal hotel sempat berupaya memadamkan api. Namun, karena api digambarkan membesar, pihak hotel meminta bantuan Dinas Pemadam Kebakaran dan Penyelamatan (Damkarmat), kepolisian, serta ambulans.
Tak butuh waktu lama tim damkarmat datang dan melakukan pemadaman, sementara polisi memasang garis terlarang sementara ambulans mengevakuasi korban ke rumah sakit.
“Waktu standar kami harus di bawah 20 menit semuanya selesai. Tadi yang kami lakukan kurang lebih sekitar 15 menit, semua evakuasi dan pemadaman selesai,” kata General Manager Aston Hotel Banyuwangi, Catur Rahmadi.
Hasil tersebut, lanjut Catur, menunjukkan bahwa penanganan keadaan darurat di Aston Hotel Banyuwangi mulai dari respons alarm, evakuasi korban, hingga pemadaman api telah berjalan sesuai prosedur.
“Selain simulasi kebakaran, kami juga rutin menggelar simulasi gempa bumi. Tapi dipastikan tim emergency kami terlatih menghadapi situasi gawat darurat,” bebernya.
Sementara itu, Staf Bidang Pencegahan Inspektur Kebakaran Banyuwangi, Agus Supriyanto, mengatakan pelatihan bersama Damkarmat tersebut berlangsung selama dua hari.
Hari pertama diisi materi dan latihan dasar penggunaan alat pemadam api ringan (APAR), sedangkan hari kedua difokuskan pada praktik pemadaman dan evakuasi.
“Kami mengapresiasi pihak Aston Banyuwangi yang telah melaksanakan latihan ini. Kegiatan seperti ini penting untuk meningkatkan kesiapsiagaan dan pemahaman terhadap langkah-langkah penanganan kebakaran, sehingga setiap personel mengetahui apa yang harus dilakukan ketika terjadi keadaan darurat,” tandasnya.
