Simulasi Tanggap Darurat Penanganan Kecelakaan Kapal di Selat Bali Berlangsung Aman dan Terkendali

radiovisfm.com – Direktorat Kesatuan Pengawasan Laut dan Pelayaran mengapresiasi kampanye keselamatan pelayaran memperingati Hari Perhubungan Nasional yang diaplikasikan dalam bentuk simulasi tanggap darurat penanganan kecelakaan kapal di perairan Selat Bali, guna menjaga kemampuan seluruh unsur laut didalam merespon setiap insiden yang terjadi di tengah laut.

Kegiatan ini digambarkan kapal KMP Wicitra Dharma II milik perusahaan pelayaran PT Dharma Lautan Utama (DLU) yang sebelumnya terlapor aman terkendali untuk berlayar, tiba-tiba berubah ketika salah seorang crew yang sedang melaksanakan ronda keliling melihat api dari salah satu kendaraan bermotor di geladak kendaraan.

KMP Wicitra Dharma II tersebut mengangkut penumpang dan kendaraan dari Pelabuhan Ketapang, Banyuwangi ke Pelabuhan Gilimanuk, Bali. Petugas sigap melakukan upaya pemadaman dengan menggunakan Alat Pemadam Api Ringan (APAR) terdekat dengan lokasi kejadian. Petugas lainnya menekan tombol call point dan melakukan komunikasi dengan anjungan guna menginformasikan bahwa terjadi kebakaran di area geladak kendaraan.

Kejadian ini diumumkan oleh nahkoda kapal melalui radio kepada Kantor Kesyahbandaran Otoritas Pelabuhan (KSOP) Tanjung Wangi yang diteruskan ke Balai Pengelola Transportasi Darat (BPTD), ASDP, Pangkalan TNI AL (Lanal) Banyuwangi, Polisi Air dan Udara (Polairud), Basarnas dan Kesatuan Pelaksanaan Pengamanan Pelabuhan (KP3) Tanjung Wangi.

Selanjutnya, masing-masing unsur laut tersebut bersama-sama melakukan penanganan kebakaran dengan menerjunkan armada kapal ke lokasi.

“Kampanye keselamatan ini merupakan bagian untuk menyadarkan semua stakeholder terhadap penanganan keselamatan pelayaran. Latihan ini juga penting untuk menjaga kemampuan dalam merespon setiap insiden baik kebakaran maupun tabrakan serta kapal kandas,” terang Direktur Kesatuan Pengawasan Laut dan Pelayaran (KPLP) capt.Hendri Ginting yang menyaksikan langsung kegiatan tersebut.

Ginting menyebut, dengan latihan ini menunjukkan kesiapsiagaan KPLP bersama unsur lain seperti TNI AL, Polairud, Basarnas serta semua unsur guna menyelamatkan para penumpang kapal.

“Latihan ini juga untuk merespon kejadian kecelakaan laut beberapa waktu lalu yakni tenggelamnya KMP Tunu Pratama Jaya di Selat Bali. Sehingga seluruh ABK harus lebih serius dalam menangani setiap incident. Sekaligus memastikan semua kelaikan kapal sesuai prosedur juga semua dijalankan untuk menjaga keselamatan dan keamanan pelayaran serta pelindungan maritim,” papar Ginting.

Sementara itu, Bambang Haryo Soekartono dari komisi VII DPR RI yang berada di lokasi juga menyampaikan bahwa semua perusahaan pelayaran wajib rutin melakukan simulasi serupa karena dinilai sebagai standarisasi keselamatan pelayaran.

“Selain simulasi tanggap darurat penanganan kecelakaan kapal, DLU juga menggunakan video keselamatan pelayaran sebagai sosialisasi yang diputar diarea penumpang kapal selama berlayar. Ini tidak diatur dalam International Maritim Organization (IMO) hingga DLU mendapatkan penghargaan dari MURI,” jelas Bambang yang juga merupakan Direktur PT Dharma Lautan Utama (DLU) tersebut.
Bahkan kata Bambang, sosialisasi keselamatan pelayaran melalui video yang dilakukan oleh DLU ini dijadikan satu standar oleh Kementrian Perhubungan.

Leave a Reply

Your email address will not be published.