radiovisfm.com – Dari catatan Kantor Otoritas Jasa Keuangan (OJK) Jember, pertumbuhan kredit hingga Desember 2023 sebesar 48,711 triliun rupiah dan Desember 2024 sejumlah 50,615 triliun rupiah. Sementara sepanjang 2025 hingga Juli sebesar 50,297 triliun rupiah.
Kredit yoy di 2023 dan 2024 di kisaran angka 5,80% hingga 2,54%. Sedangkan sepanjang 2025 hingga Juli di angka 0.71%.
Dalam media gathering Jurnalis Sekarkijang 2025 di Malang, Kamis (18/9), Kepala Bagian Pengawasan Perilaku Usaha Jasa Keuangan, Edukasi, Perlindungan Konsumen dan Layanan Manajemen Strategis Kantor OJK Jember, Inggit Mawarsih Puspitasari menjelaskan, kinerja Perbankan Sekarkijang menunjukkan tren positif hingga di 2025 namun masih dibawah nasional. Sementara untuk pertumbuhan kredit ada kelemahan. Inggit menyebut, realisasi Kredit Usaha Rakyat (KUR) Sekarkijang diangka 13,20 triliun. Sedangkan KUR Jawa Timur 81,89 triliun.
Ia juga memaparkan mengenai kinerja Bank Umum per Kabupaten pada posisi 31 Juli 2025.
“Penyaluran Kredit Bank Umum atau share terhadap kredit Sekarkijang di Kabupaten Jember peringkat pertama yakni sebesar 44,67% dengan perbandingan dibulan Juli 2025 sebesar 21,64 triliun dan Juli 2024 sebesar 21,15 triliun.Disusul Banyuwangi 29,23%, rincian bulan Juli 2025 sejumlah 14,16 triliun dan Juli 2024 sebesar 14,09 triliun,” papar Inggit.
“Bondowoso 7,58% dengan perbandingan Juli 2025 sebesar 3,67 triliun dan Juli 2024 sejumlah 3,88 triliun. Situbondo 9,14%, Juli 2025 sebesar 4,43 triliun dan Juli 2024 sejumlah 4,40 triliun. Terakhir Lumajang 9,38%, termasuk Juli 2025 sebesar 4,54 triliun dan Juli 2024 sejumlah 4,52 triliun,” imbuhnya.
Disampaikan Inggit, ada 5 sektor ekonomi yang mempengaruhi Kredit terbesar. Pertama perdagangan besar dan eceran sebesar 26,79%, pertanian, perburuan dan kehutanan 24,89%, bukan lapangan usaha dan lainnya 15,55%, real estate 6,98%, konstruksi 6,22% dan lain lain 19,58%.
Lebih lanjut Inggit mengatakan, pertumbuhan ekonomi inklusif diselenggarakan melalui koordinasi bersama untuk meningkatkan literasi dan inklusi keuangan dalam wadah kemitraan terpadu, yakni TPAKD.
“Tujuan TPAKD adalah meningkatkan peran Lembaga Jasa Keuangan (LJK) dalam menunjang perekonomian suatu daerah melalui pengembangan komoditas unggulan sehingga mendukung Pengembangan Ekonomi Daerah (PED),” ujar Inggit.
Dalam kesempatan ini, Kepala OJK Jember Muhammad Mufid juga memaparkan program unggulan OJK Jember. Diantaranya membuka sarana edukasi untuk meningkatkan literasi sehingga mampu menunjang pemanfaatan akses keuangan secara maksimal yang dikolaborasikan dengan pemerintah daerah.
“Sinergi dalam melakukan edukasi mengenai bahaya Pinjaman Online Ilegal dan Judi Online pada Rapat Koordinasi Sinergi 3 pilar di Banyuwangi bersama anggota Satgas Pasti,” kata Mufid.
Menurutnya, program unggulan OJK Jember lainnya adalah meningkatkan pemahaman pengelolaan keuangan masyarakat melalui edukasi pasar modal Syariah sebagai sarana investasi dan edukasi kepada difabel dan daerah terpencil.
Meningkatkan inklusi keuangan bersama FKLJKD Jember, pemerintah daerah dan stakeholder lainnya melalui Banyuwangi Batik Festival pada bulan inklusi keuangan. Juga membentuk ekosistem keuangan di pondok pesantren sehingga mampu menjadikan pondok pesantren sebagai lembaga pendidikan yang mandiri secara ekonomi dan mampu memberdayakan lingkungan pondok pesantren.
“Serta pemberdayaan Desa binaan PUJK melalui One PUJK One Village (OPOV) dengan memperhatikan komoditas unggulan masing-masing daerah dengan pilot project akan dilaksanakan di Desa Gumuk, Kecamatan Licin, Banyuwangi sebagai daerah wisata,” tutur Mufid.
Mufid menambahkan, program lainnya adalah meningkatkan pengetahuan masyarakat khususnya produk-produk di pasar modal dengan menyelenggarakan program Sosialisasi dan Edukasi Pasar Modal Terpadu (SEPMT) di Kabupaten Jember.
“Selain itu juga mendorong adanya pemerataan akses keuangan bagi pelaku usaha dan masyarakat di wilayah pedesaan melalui Ekosistem Keuangan Inklusif (EKI) dengan memperhatikan komoditas unggulan masing-masing daerah dengan pilot project akan dilaksanakan di Desa Sidomulyo dengan komoditas utama adalah kopi,” pungkas Mufid.

Leave a Reply