KA Probowangi Angkut 330 Ribu Penumpang, Jadi Urat Nadi Mobilitas Wilayah Tapal Kuda

radiovisfm.com – Membentang dari ujung timur Pulau Jawa hingga pusat aktivitas metropolitan Surabaya, Kereta Api (KA) Probowangi terus menjadi pilihan utama masyarakat dalam melakukan mobilisasi, baik untuk bekerja, menempuh pendidikan, maupun berwisata. Sepanjang Januari hingga Mei 2026, KA Probowangi telah melayani sebanyak 330.121 penumpang, mencerminkan tingginya kepercayaan masyarakat terhadap moda transportasi yang aman, nyaman, terjangkau, dan ramah lingkungan tersebut.

Volume pelanggan KA Probowangi juga menunjukkan tren positif. Peningkatan jumlah penumpang terlihat semakin signifikan pada bulan Maret hingga Mei 2026, pada 2 rute perjalanan KA Probowangi relasi Ketapang – Surabaya Gubeng (pp), yaitu pada bulan Maret sebanyak 65.156 penumpang, bulan April 67.474 penumpang dan pada bulan Mei telah melayani sebanyak 70.446 penumpang. Angka tersebut mengalami kenaikan rata – rata 4% persen setiap bulannya dari Maret – Mei seiring meningkatnya kebutuhan mobilitas masyarakat untuk berbagai kebutuhan.

“Peningkatan jumlah pelanggan KA Probowangi menunjukkan bahwa kereta api masih menjadi pilihan utama masyarakat untuk mendukung mobilitas sehari – hari, baik untuk bekerja, menempuh pendidikan, maupun berwisata. Setiap wilayah yang dilalui KA Probowangi memiliki karakter ekonomi, budaya dan sosial yang berbeda,” ujar Cahyo.

Nama Probowangi sendiri merupakan singkatan dari dua kota, yakni Probolinggo dan Banyuwangi, yang dahulu menjadi rute awal perjalanan kereta api tersebut. Meskipun saat ini rutenya telah diperpanjang menjadi Surabaya Gubeng – Ketapang, nama Probowangi tetap dipertahankan sebagai sejarah operasional kereta api di wilayah Tapal Kuda.

Perjalanan KA Probowangi dimulai dari Kabupaten Banyuwangi yang dikenal memiliki potensi pariwisata yang terus berkembang. Beragam destinasi wisata alam, hingga wisata internasional menjadi daya tarik yang mendukung tingginya mobilitas masyarakat menggunakan kereta api.

Di Jember, kabupaten yang dikenal sebagai salah satu daerah yang terus berkembang dan juga sebagai penghasil tembakau terbaik di dunia tersebut juga memiliki daya tarik tersendiri sebagai pusat perdagangan, pendidikan dan berbagai kegiatan sosial masyarakat.

Perjalanan kemudian berlanjut menuju Kabupaten Probolinggo, daerah yang menjadi salah satu gerbang wisata unggulan Jawa Timur. Kabupaten ini kerap menjadi titik persinggahan para wisatawan domestik maupun mancanegara sebelum melanjutkan perjalanan menuju berbagai destinasi wisata di sekitarnya.

Setelah melintasi sejumlah wilayah dengan karakteristik yang beragam, KA Probowangi tiba di Stasiun Surabaya Gubeng yang menjadi pusat aktivitas masyarakat dengan berbagai sektor industri dan ekonomi. Konektivitas antar daerah yang terbangun melalui layanan ini memberikan dampak positif bagi pertumbuhan mobilitas masyarakat dan perekonomian daerah.

Karakteristik jalur KA Probowangi yang menghubungkan berbagai pusat aktivitas ekonomi, pendidikan, dan pariwisata memberikan dampak positif terhadap konektivitas antarwilayah. Kehadiran layanan ini menjadi sarana transportasi yang efektif dalam mendukung mobilitas masyarakat sekaligus memperkuat aksesibilitas kawasan di sepanjang lintasan.

Selain itu, KA Probowangi merupakan salah satu kereta api bersubsidi atau _Public Service Obligation_ (PSO) yang menawarkan tarif sangat terjangkau bagi masyarakat. Dengan waktu tempuh yang efisien serta emisi yang lebih rendah dibandingkan moda transportasi darat lainnya, KA Probowangi juga menjadi pilihan transportasi yang ramah lingkungan.

“KAI akan terus menjaga kualitas layanan, baik dari aspek keselamatan, keamanan, kenyamanan, maupun ketepatan waktu perjalanan. Kami berharap KA Probowangi dapat terus menjadi pilihan masyarakat dan berkontribusi dalam mendukung pertumbuhan ekonomi serta sektor pariwisata di wilayah Daop 9 Jember,” tutup Cahyo.