radiovisfm.com – Puluhan peserta menampilkan atraksi dan kreatifitas mereka pada proses seleksi hari terakhir perhelatan Banyuwangi Ethno Carnival (BEC) yang digelar di Kantor Dinas Kebudayaan dan Pariwisata (Disbudpar) Banyuwangi, Rabu (14/5/2025).
Proses seleksi peserta yang dilaksanakan melalui serangkaian audisi di empat zona berbeda. Audisi pertama berlangsung pada Selasa pagi (06/05/2025), di Kantor Kecamatan Srono.
Tahapan seleksi berikutnya digelar secara berurutan, yaitu pada 7 Mei 2025 di Kantor Kecamatan Bangorejo, 8 Mei 2025 di Kantor Kecamatan Genteng, dan dilanjutkan pada 14 Mei 2025 di Kantor Dinas Kebudayaan dan Pariwisata Kabupaten Banyuwangi.
Kepala Bidang Pemasaran, Dinas Kebudayaan dan Pariwisata Banyuwangi, Ainur Rofiq menyampaikan, target peserta BEC tahun ini bisa mencapai 100 orang. Dengan masing-masing peserta yang lolos audisi akan mendapatkan subsidi pembuatan kostum.
“Tahun ini pihaknya memberikan subsidi kostum kepada peserta yang lolos audisi. Masing-masing peserta akan mendapatkan subsidi senilai Rp. 1.500.000. Sehingga diharapkan, peserta secara kreatif bisa membuat desain kostum yang menarik,” terang Rofiq.
“Tahun ini, BEC akan digelar pada 12 Juli 2025 dengan mengusung tema “Ngelukat: Usingnese Traditional Ritual”, yang mengangkat filosofi dan tahapan penting dalam kehidupan masyarakat Using, seperti Selapan, Mudun Lemah, Sunatan, Lamaran, Pengantin, Mitoni, hingga Semoyo Buyut,” paparnya.
Dalam proses audisi, peserta diseleksi berdasarkan beberapa kriteria seperti penampilan menarik (good looking), tinggi badan minimal 165 cm untuk pria dan 160 cm untuk wanita, serta memiliki kemampuan dasar dalam bidang tari dan modelling. Penilaian juga mencakup catwalk, tari dasar, fashion dance, serta ekspresi peserta.
“Ada beberapa evaluasi yang menjadi pertimbangan pada perhelatan BEC 2025 ini dibanding tahun 2024 kemarin. Salah satunya terkait venue start para peserta,” kata Rofiq.
Ditahun 2024, start dari depan Hotel Blambangan Banyuwangi yang ternyata dinilai lokasinya semakin menyempit. Bahkan, penampilan para peserta dan para pemain musik diatas panggung sedikit terganggu dengan panas terik yang cukup menyengat dari arah barat.
“Di tahun 2025 ini direncanakan start pertama kembali dari depan SDN Kepatihan seperti tahun-tahun sebelumnya. Dengan pertimbangan, selain lokasinya cukup rindang juga kursi para undangan lebih tertata,” ujar Rofiq.
Setelah lepas dari panggung utama, para peserta berjalan melewati depan gedung Juang lalu berbelok ke kiri melewati depan Gesibu Blambangan dan Jalan Dr Sutomo hingga finish didepan kantor Pemkab Banyuwangi.
Tahun ini, BEC kembali masuk dalam kalender Karisma Event Nusantara (KEN) yang disusun oleh Kementerian Pariwisata dan Ekonomi Kreatif RI. Masuknya BEC dalam KEN menegaskan posisi BEC sebagai salah satu event unggulan berskala nasional, yang tidak hanya menampilkan kekayaan budaya lokal, tetapi juga menarik perhatian wisatawan nusantara dan mancanegara.
Dengan persiapan yang matang dan antusiasme masyarakat yang tinggi, BEC 2025 diprediksi akan kembali menjadi magnet pariwisata yang memukau.


Leave a Reply