Hari ke-8 SAR, Tim Temukan 2 Jenazah Penumpang KMP Tunu Pratama Jaya di Perairan Jembrana Bali

radiovisfm.com – Tim SAR gabungan kembali menemukan 2 jenazah di kawasan Perairan Jembrana, Bali yang diduga penumpang dari KMP Tunu Pratama Jaya, selanjutnya di evakuasi ke RSUD Blambangan Banyuwangi guna dilakukan identifikasi.

“Jenazah pertama ditemukan sekitar pukul 07.00 WITA di Pantai Pebuahan berjarak sekitar 2 kilometer dari bibir pantai. Korban berjenis kelamin laki-laki dengan ciri-ciri awal memakai celana biru pendek dan kaos hitam,” kata Deputi Operasi SAR dan Kesiapsiagaan Basarnas, Laksamana Muda TNI Ribut Eko Suyatno.

“Selanjutnya, OSC dari Gilimanuk mengevakuasi jenazah tersebut ke pinggir pantai dengan menggunakan perahu karet, lalu di bawa ke RSUD Jembrana Bali guna dilakukan pemeriksaan medis,” paparnya.
Eko menjelaskan, posisi lintas bujur penemuan jenazah tersebut dinilai cukup jelas. Setelah diidentifikasi awal, lokasi penemuan berada pada posisi dari Lokasi Kecelakaan Kapal (LKK) kurang lebih 13 nautical mile. Selang beberapa lama, tim SAR gabungan kembali menemukan satu jenazah lagi di kawasan pantai Pengambengan, Bali sekitar pukul 06.00 WITA dengan ciri-ciri awal jenis kelamin laki-laki, mengenakan celana pendek hitam tanpa baju. Kedua jenazah di evakuasi di RSUD Jembrana Bali.

Selanjutnya pada pukul 11.12 WITA dibawa ke RSUD Blambangan Banyuwangi untuk proses identifikasi oleh tim Disaster Victim Identification (DVI).

“Dua jenazah yang baru ditemukan ini disebut sebagai korban ke 41 dan ke 42 dari penumpang KMP Tunu Pratama Jaya. Sehingga saat ini total ada 42 penumpang KMP Tunu Pratama Jaya yang ditemukan, dengan rincian 30 orang ditemukan selamat dan 12 orang ditemukan meninggal dunia,” papar Eko.

Sementara itu, dari hasil rapat koordinasi, pada operasi SAR perpanjangan di hari Rabu (9/7/2025), SRU underwater melibatkan KRI Pulau Fanildo 732 dan KRI Spica 934 yang di lengkapi dengan sonar, magnetometer dan side scan sonar melakukan pemetaan bawah air terhadap objek yang diduga kuat sebagai bangkai kapal.

Pengambilan scan sonar dari selatan ke utara karena pergerakan air dari kedua arah tersebut. SRU (Search Rescue Unit) underwater diturunkan untuk menyisir titik Lokasi Kecelakaan Kapal (LKK) dalam radius 1.000 yard dari titik awal.

“Teknologi yang digunakan mampu memetakan dasar laut secara visual guna memastikan keberadaan objek kapal yang tenggelam,” imbuh Eko.

Sementara tim penyelam yang telah lolos pemeriksaan kesehatan mulai disiapkan untuk melakukan penyelaman jika kondisi bawah laut memungkinkan.

Leave a Reply

Your email address will not be published.