radiovisfm.com – Pembangunan Pasar Banyuwangi dan Asrama Inggrisan terus dikebut dan ditargetkan rampung pada akhir Februari 2026 yang disiapkan menjadi destinasi wisata heritage dan kuliner. Saat ini progress pembangunannya telah mencapai 90 persen. Dua bangunan yang terletak di pusat Kota Banyuwangi tersebut tengah direvitaliasi oleh Kementerian PUPR dengan total anggaran Rp 125 miliar.
Sempat ditargetkan selesai pada akhir 2025, proses pembangunan pasar tersebut mundur hingga awal tahun ini.
“Proses pembangunan tidak selesai sesuai target disebabkan karena berbagai faktor yang menjadi kendala. Salah satunya akibat hujan ringan hingga deras yang terjadi hampir setiap hari,” kata Bupati Banyuwangi Ipuk Fiestiandani.
Menurutnya, apabila sampai akhir Februari 2026 yang ditargetkan proses pembangunan belum juga selesai, maka pihak kontraktor kembali mendapatkan denda.
“Jika sampai akhir Feburari tidak selesai, kontraktornya akan kena denda lagi,” ujarnya.
Bupati Ipuk berharap, Pasar Banyuwangi dan Asrama Inggrisan ini bisa menjadi destinasi baru, khususnya heritage dan kuliner.
Pasar Banyuwangi akan menjadi pasar tradisional dengan konsep modern dan ikonik. Pasar ini didesain memiliki gedung utama yang terdiri atas dua lantai dengan arsitektur khas Osing, Banyuwangi. Pasar juga akan dibagi menjadi areal pasar basah, pasar kering, dan area kuliner dan juga dilengkapi dengan gedung parkir.
Sementara Asrama Inggrisan merupakan salah satu obyek cagar budaya. Asrama Inggrisan direvitalisasi sesuai ketentuan perundangan yang mengatur tentang cagar budaya. Orisinalitas bangunannya akan tetap dipertahankan. Nantinya akan menjadi destinasi wisata sejarah dan edukasi yang semakin meningkatkan daya tarik wisatawan.
Asrama Inggrisan merupakan komplek perkantoran telegrap yang menjadi penghubung dunia. Pada 1871, untuk pertama kalinya, Eropa dengan Australia tersambung kabel telegrap bawah laut. Di mana saat itu, Banyuwangi menjadi titik penghubungnya. Dua gedung ini diharapkan bisa menunjang daya tarik menarik wisatawan untuk lebih betah tinggal di Banyuwangi.
“Kami berharap, pembangunan yang segera dirampungkan dan segera bisa digunakan ini akan membawa rejeki yang lebih bagi para pedagang. Serta pasar ini bisa menjadi destinasi baru, khususnya destinasi kuliner yang dapat beroperasi 24 jam sehingga roda ekonomi bisa terus berputar,” papar Bupati Ipuk.
Lebih lanjut Bupati Ipuk mengatakan, setelah bangunan pasar rampung dan diserahterimakan dari pemerintah pusat ke daerah, pihaknya akan memulai untuk proses penataan layout serta pembagian blok dan lokasi bagi pedagang. Setelah semuanya rampung, proses pembagian lapak akan dilakukan. Diharapkan seluruh proses bisa berjalan secepatnya. Setelah bangunan diserahkan, pengundian selesai, dan semuanya clear, para pedagang segera bisa ditempatkan.
“Pemkab Banyuwangi akan mendukung secara gotong royong proses pemindahan dari pasar sementara ke pasar baru,” pungkas Bupati Ipuk.

Leave a Reply