Tanam Pohon 1447 Bibit, Perhutani Ajak Pengunjung Wisata Gerbang Raung Galakkan Sedekah Oksigen

radiovisfm.com – Perhutani melakukan penanaman 1447 bibit pohon di kawasan Hutan Gerbang Raung Desa Jambewangi, Kecamatan Sempu, Banyuwangi sekaligus menjadikan wisata eduksi serta tempat nyaman untuk ngabuburit bagi wisatawan yang datang.

Area setempat memiliki luas 50 Hektar, namun yang baru dimanfaatkan dan dikelola untuk tempat wisata baru seluas 9 Hektar dengan zona penyangga adalah ribuan hutan pinus dan hutan lindung di kawasan atas yang cukup bagus kelestariannya.

Di wisata Gerbang Raung ini dilengkapi dengan kabin-kabin penginapan yang bisa dimanfaatkan wisatawan untuk menginap. Di sisinya mengalir sungai jernih yang langsung dari perut Gunung Raung. Wisatawan bisa menyantap makanan Ngabuburit di sepanjang aliran sungai dengan beberapa spot yang sudah disiapkan oleh pengelola. Wisatawan bisa membawa makanan sendiri maupun membeli di lapak yang ada di area setempat.

 “Kami beserta jajaran melaksanakan Ngabuburit sekaligus aksi nyata sedekah oksigen dengan melakukan penanaman bibit pohon sejumlah 1447 yang terdiri dari bibit pohon durian, kelengkeng, pinus serta sejumlah jenis lainnya,” kata Adm KPH Perhutani Banyuwangi Barat, Muklisin.

“Kami sengaja memilih jumlah 1447 bibit karena menandai momentum bulan Ramadan di tahun ini yang masuk dalam 1447 Hijriah,” imbuhnya.

Menurutnya, dengan aksi tanam pohon ini sekaligus memberikan edukasi kepada para pengunjung yang akan melaksanakan Ngabuburit untuk bersama-sama ikut menanam pohon sambil menikmat wisata Gerbang Raung. Edukasi ini bahwa bagaimana fungsi hutan secara ekologi dengan sedekah oksigen dan penanaman pohon.

“Wisata Gerbang Raung ini adalah eko wisata yang luar biasa dan menarik untuk dikunjungi,” tutur Muklis.

Pengelola wisata Gerbang Raung, Suwito menjelaskan, eko wisata ini baru dibuka satu tahun lalu. Ini dia lakukan karena saat itu dirinya melihat banyaknya anak-anak muda di sekitar lereng Gunung Raung yang memilih bekerja keluar daerah karena di tempatnya tidak ada tempat untuk bekerja. Dan saat kembali ke kampong halamannya pun, ekonomi keluarga mereka juga tidak membaik.

“Meski demikian, pihak perhutani sudah memberikan pekerjaan kepada warga setempat sebagai penyadap karet maupun pinus,” ungkap Suwito.

Melihat kondisi inilah kata Suwito, dirinya menggandeng perhutani untuk membuka wisata Gerbang Raung sebagai wisata edukasi tanpa merusak alam dan memanfaatkan lahan yang kosong untuk menanam pohon.

“Dari wisata inilah, kami merekrut anak-anak muda daerah setempat sebagai pekerja yang jumlahnya saat ini mencapai 70 orang. Intinya, dengan dibukanya wisata ini jangan sampai hutan yang sudah luar biasa ini menjadi gundul sehingga digerakkan penanaman pohon baru,” harap Suwito.

Sementara, salah satu pengunjung, Ruswandi mengaku antusias mengikuti tanam pohon Sedekah Oksigen ini.

“Saya sengaja datang ke wisata Gerbang Raung untuk Ngabuburit yang ternyata ada kegiatan penanaman pohon oleh perhutani,” ungkap pria asal Kecamatan Kalibaru, Banyuwangi tersebut.

Ia menyebut kawasan Gerbang Raung ini sangat luas dan tempat wisatanyapun dinilai sangat bagus sehingga cocok untuk wisata keluarga.

Leave a Reply

Your email address will not be published.