radiovisfm.com – Petugas menemukan sesosok mayat berjenis kelamin laki-laki mengambang di Perairan Selat Bali saat dilakukan pengangkatan KMP Tunu Pratama Jaya oleh Kapal Barge Crane atau Tongkang Bercakar Pioner 88, Minggu (01/02/2026).
Diduga kuat, mayat tersebut adalah salah satu penumpang KMP Tunu Pratama Jaya yang tenggelam di perairan Selat Bali pada 3 Juli 2025 lalu. Pertama kali ditemukan, mayat masih memakai celana kain panjang. Didalam saku celananya ditemukan dompet berisi KTP dan sejumlah kartu penting lainnya. Pada KTP tersebut tertera nama I Wayan Teja Setiawan berusia 34 tahun, alamat Perumahan Griya Giri Mulya Kelurahan Klatak, Kecamatan Kalipuro, Kabupaten Banyuwangi. Selanjutnya, mayat korban dibawa ke RSUD Blambangan Banyuwangi guna dilakukan identifikasi oleh Tim DVI Polda Jawa Timur.
Pihak perusahaan pelayaran bersama kepolisian berusaha menghubungi pihak keluarga sesuai dengan alamat yang terdapat pada KTP tersebut. Dan pihak keluarga membenarkan bahwa mayat itu adalah kerabatnya bernama I Wayan Teja Setiawan yang selama ini merupakan salah satu ABK KMP Tunu Pratama Jaya, yang ikut tenggelam pada 3 Juli 2025 lalu.
Menurut keterangan Ratna, istri korban, saat kejadian tenggelamnya KMP Tunu Pratama Jaya, dirinya mengandung dengan usia 3 bulan. Dia mengaku tidak optimis kandungannya akan jadi karena sebelumnya sudah pernah keguguran.
“Bayi saya sudah lahir berjenis kelamin laki laki. Ya baru saja menggelar selamatan usia 40 hari,” terangnya.
Dinformasikan, berdasarkan data manifest, saat tenggelam, KMP Tunu Pratama Jaya berisi 65 penumpang dan 22 unit kendaraan. Dari 65 orang tersebut terdiri dari 53 orang penumpang umum dan 12 kru kapal. Hingga operasi SAR ditutup, tercatat 49 korban ditemukan. Yakni 30 orang selamat dan 19 orang lainnya meninggal dunia. Sedangkan 16 orang dinyatakan hilang.
Selain korban I Wayan Teja Setiawan, dihari yang sama, nelayan juga menemukan potongan tubuh manusia mengambang di perairan Selat Bali yang diduga kuat adalah penumpang KMP Tunu Pratama Jaya. Namun separuh bagian tubuhnya sudah hilang sehingga sulit dikenali. Selanjutnya potongan tubuh tersebut dibawa ke RSUD Negara Bali karena lokasi penemuannya berdekatan dengan wilayah Negara, Bali.
Dengan ditemukannya 2 mayat ini, maka tersisa 14 korban KMP Tunu Pratama Jaya yang masih dinyatakan hilang.
Diinformasikan, saat ini tengah dilakukan pengangkatan bangkai kapal KMP Tunu Pratama Jaya oleh Kapal Barge Crane atau Tongkang Bercakar Pioner 88 di perairan Selat Bali, lokasi keberadaan bangkai kapal tersebut. Pengangkatan dilakukan dengan cara dicacah menjadi beberapa bagian, untuk kemudian diangkat dengan mesin bercakar. Upaya pengangkatan bangkai KMP Tunu Pratama Jaya ini diperkirakan berlangsung selama satu bulan.

Leave a Reply